Oleh: dr. Fachrial Imam, Sp.PD Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital Cilegon
Pernahkah Anda merasa gejala GERD semakin sering muncul saat sedang banyak pikiran? Ternyata, kondisi emosional seperti stres, cemas, dan kebiasaan overthinking dapat memengaruhi kesehatan saluran cerna, termasuk memperburuk gejala Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Hubungan Overthinking dengan GERD
Secara medis, overthinking tidak secara langsung menyebabkan GERD. Namun, stres dan kecemasan yang berkepanjangan dapat memengaruhi sistem saraf dan hormon tubuh yang berhubungan erat dengan fungsi saluran cerna.
Ketika seseorang mengalami stres atau kecemasan berlebih, tubuh akan menghasilkan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Peningkatan hormon ini dapat memengaruhi produksi asam lambung, memperlambat proses pencernaan, serta meningkatkan sensitivitas saluran cerna terhadap rasa nyeri dan ketidaknyamanan.
Akibatnya, penderita GERD dapat merasakan gejala yang lebih berat saat sedang banyak pikiran atau mengalami tekanan emosional. Bahkan pada sebagian orang, gejala seperti dada terasa panas, sesak, atau tidak nyaman di tenggorokan dapat muncul lebih sering ketika tingkat stres meningkat.
Tidak jarang pula terbentuk sebuah siklus yang berulang. Gejala GERD menimbulkan rasa tidak nyaman dan kekhawatiran, kemudian kekhawatiran tersebut memicu stres yang pada akhirnya memperparah gejala GERD itu sendiri.
Tanda-Tanda GERD yang Perlu Diwaspadai
Beberapa gejala yang umum dialami penderita GERD antara lain,
1. Sensasi terbakar pada dada atau ulu hati.Rasa asam atau pahit yang naik ke tenggorokan.
2. Sering bersendawa.
3. Perut terasa penuh atau kembung.
4. Mual setelah makan.
5. Batuk kronis terutama pada malam hari.
6. Suara serak atau tenggorokan terasa mengganjal.
7. Gangguan tidur akibat rasa tidak nyaman pada dada dan tenggorokan.
Selain itu, seseorang yang sedang overthinking cenderung mengalami perubahan pola hidup, seperti makan tidak teratur, kurang tidur, mengonsumsi kopi berlebihan, atau memilih makanan yang kurang sehat.
Kebiasaan-kebiasaan tersebut diketahui dapat menjadi faktor pemicu kambuhnya GERD.
Makanan yang Lebih Ramah untuk Penderita GERD.
Selain pengobatan sesuai anjuran dokter, pengaturan pola makan merupakan salah satu langkah penting dalam mengendalikan gejala GERD.Beberapa pilihan makanan yang umumnya lebih nyaman dikonsumsi oleh penderita GERD antara lain,
1. Karbohidrat Kompleks: Karbohidrat kompleks cenderung lebih mudah dicerna dan membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Contoh: Oatmeal, Nasi merah, Roti gandum, Kentang rebus dan Ubi kukus
2. Protein Rendah Lemak: Protein rendah lemak membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanpa memicu produksi asam lambung berlebihan. Contohnya : Dada ayam tanpa kulit, Ikan laut, Tahu, Tempe, Putih telur.
3. Sayuran Non-AsamSebagian besar sayuran mengandung serat yang baik untuk pencernaan. Contoh: Brokoli, Wortel, Buncis, Bayam, Labu dan Timun.
4. Buah yang Tidak Terlalu AsamBuah tetap penting dikonsumsi, namun pilih yang tidak memicu refluks. Contoh: Pisang, Melon, Pepaya, Semangka dan Pir.
Makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi pada sebagian penderita GERD
beberapa jenis makanan dan minuman dapat memicu kekambuhan gejala, seperti, makanan pedas, makanan tinggi lemak dan gorengan, makanan cepat saji, cokelat, kopi dan minuman berkafein, minuman bersoda, minuman beralkohol, buah yang sangat asam seperti jeruk dan lemon dan makanan dengan saus tomat berlebihan.
Perlu diingat bahwa pemicu setiap individu dapat berbeda. Oleh karena itu, penting untuk mengenali makanan apa saja yang memicu gejala pada diri masing-masing.
Aktivitas yang Dapat Membantu Mengurangi Overthinking dan Menjaga Lambung Tetap SehatKarena kesehatan mental dan kesehatan pencernaan saling berkaitan, pengelolaan stres menjadi bagian penting dalam pengendalian GERD.
Beberapa aktivitas yang dapat dicoba antara lain berjalan santai, latihan pernapasan, olahraga intensitas ringan hingga sedang, menulis jurnal, menjaga kualitas tidur, membatasi paparan media sosial berlebihan
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala GERD yang terjadi lebih dari dua kali dalam seminggu, kesulitan menelan, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, muntah berulang dan Nyeri dada yang berat.
GERD bukan hanya masalah lambung semata. Kondisi psikologis seperti stres dan overthinking juga dapat berperan dalam memperburuk gejalanya. Oleh karena itu, menjaga kesehatan pencernaan perlu dilakukan secara menyeluruh, baik melalui pola makan yang tepat, gaya hidup sehat, maupun pengelolaan stres yang baik.
Dengan memahami hubungan antara pikiran dan kesehatan tubuh, masyarakat diharapkan dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan fisik dan mental demi kualitas hidup yang lebih baik.
“Banyak pasien datang dengan keluhan GERD yang sering kambuh saat sedang mengalami tekanan pekerjaan atau masalah pribadi. Karena itu, penanganan GERD tidak hanya berfokus pada obat-obatan, tetapi juga perubahan gaya hidup dan pengelolaan stres yang baik,” jelas dr. Fachrial Imam, Sp.PD.
Sebagai rumah sakit yang mengedepankan pelayanan kesehatan secara komprehensif, Eka Hospital Cilegon menghadirkan layanan konsultasi spesialis penyakit dalam yang didukung oleh fasilitas diagnostik modern untuk membantu menegakkan diagnosis serta menentukan terapi yang sesuai dengan kondisi setiap pasien.
Melalui pendekatan yang menyeluruh, pasien tidak hanya mendapatkan pengobatan, tetapi juga edukasi mengenai perubahan pola hidup dan pengelolaan faktor-faktor yang dapat memicu kekambuhan GERD. (***)
