CILEGON – Banyak dari kita yang rutin melakukan pemeriksaan jantung atau kolesterol, namun seringkali melupakan organ yang bekerja 22.000 kali sehari untuk kita: Paru-paru. Padahal, penyakit mematikan seperti kanker paru dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) sering kali “bergerilya” tanpa gejala hingga stadium lanjut.
Dr. Adhi Nugroho Latief, Sp.P, Dokter Spesialis Paru di RS Eka Hospital Cilegon, menekankan bahwa deteksi dini bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga kualitas hidup.
Penyakit paru-paru sering dianggap remeh karena gejalanya yang samar di awal. Namun, melalui skrining kesehatan paru, kita bisa mendeteksi kelainan bahkan sebelum gejala fisik muncul.
“Skrining memungkinkan penanganan yang lebih cepat dan tepat. Semakin dini terdeteksi, semakin tinggi peluang kesembuhan dan semakin kecil risiko komplikasi jangka panjang,” ujar Dr. Adhi.
Siapa yang paling membutuhkan skrining ini?
1. Perokok aktif atau mantan perokok berat.
2. Individu yang sering terpapar polusi udara atau bahan kimia.
3. Pekerja di sektor industri dan pertambangan, dan
4. Mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit paru.
Untuk memberikan diagnosa yang akurat dan nyaman bagi pasien, RS Eka Hospital Cilegon menghadirkan rangkaian teknologi skrining paru terlengkap.
Menjaga kesehatan paru tidak cukup hanya dengan gaya hidup sehat seperti berhenti merokok dan olahraga rutin. Melakukan pemeriksaan berkala secara medis adalah benteng pertahanan terakhir Anda.
RS Eka Hospital Cilegon berkomitmen mendampingi masyarakat Cilegon dan sekitarnya dengan layanan konsultasi spesialis yang komprehensif. Jangan tunggu sampai sesak napas mengganggu aktivitas Anda.
(*/Wan)