CILEGON – Mantan Wakil Presiden RI ke-13, Ma’ruf Amin, menilai lulusan santri di Banten memiliki peluang besar untuk terlibat langsung dalam sektor industri yang terus berkembang.
Menurutnya, keberadaan industri yang masif di wilayah Banten harus sejalan dengan kesiapan sumber daya manusia lokal, termasuk para santri, agar tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.
“Potensi ini besar. Santri dan industri harus bisa dipertemukan agar lulusan pesantren punya ruang untuk masuk ke dunia kerja,” ujarnya usai menghadiri halalbihalal yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Cilegon, Selasa (14/4/2026).
Ma’ruf Amin menegaskan, ke depan organisasi seperti Nahdlatul Ulama perlu mengambil peran aktif dalam menjembatani kebutuhan industri dengan potensi yang dimiliki para santri.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat Banten tidak tertinggal dalam arus investasi yang terus masuk. Menurutnya, warga lokal harus menjadi prioritas agar dapat merasakan manfaat langsung dari pertumbuhan industri.
“Jangan sampai hanya pihak luar yang menikmati. Masyarakat Banten harus jadi bagian utama dari perkembangan ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua PCNU Kota Cilegon, Erick Rebiin, menegaskan komitmennya untuk mendorong keterlibatan masyarakat lokal sebagai pelaku utama, bukan sekadar penonton.
Ia menyebut, pendekatan yang dibangun tidak hanya berfokus pada keterampilan kerja, tetapi juga tetap menjaga nilai-nilai spiritual yang menjadi ciri khas masyarakat Cilegon sebagai kota santri.
“Kita ingin ada keseimbangan. Industri berjalan, tapi nilai-nilai keagamaan tetap kuat,” ujarnya.
PCNU Cilegon saat ini tengah menyiapkan konsep kerja sama dengan berbagai pihak industri. Salah satu gagasan yang didorong adalah pemberian pelatihan teknis kepada santri, mulai dari keterampilan praktis hingga penguasaan teknologi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Di sisi lain, santri juga diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat kegiatan keagamaan di lingkungan industri, sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan.
Melalui skema tersebut, PCNU Cilegon berharap identitas daerah sebagai kota santri dan kota industri dapat berjalan beriringan, sekaligus melahirkan generasi baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa meninggalkan nilai religius.
(Dk)
