CILEGON – Geram karena peringatannya diabaikan, Lurah Ketileng beserta jajaran menindak tegas kabel optik WiFi yang dibiarkan menjuntai hingga menyentuh aspal di sepanjang jalan wilayah Kelurahan Ketileng, Langkah pemotongan kabel ini dilakukan setelah pihak vendor lamban terhadap keamanan instalasi mereka.
Hilman Setiaji, Lurah Ketileng, mengungkapkan kekecewaannya terhadap para penyedia layanan internet (vendor) yang hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan estetika dan keselamatan. Menurutnya, kabel-kabel tersebut dipasang dengan metode “asal nyantol” yang mengakibatkan pemandangan semrawut dan membahayakan nyawa.
“Kabel ini sudah menjalar ke jalan-jalan umum. Ini kalau malam gelap, bisa kena leher pengendara dan fatal akibatnya. Karena vendornya cuek dan tidak ada perbaikan, saya bersama warga ambil tindakan tegas, saya potong langsung,” ujar Lurah Ketileng di lokasi penertiban, Link.ketileng timur rt 05 rw 01, Selasa (14/4/2026).

Pihak kelurahan mengaku telah memberikan waktu selama tiga hari kepada para vendor untuk merapikan jalur kabel mereka. Namun, hingga tenggat waktu yang diberikan, belum ada satu pun teknisi vendor yang turun ke lapangan untuk membenahi kabel yang berserakan tersebut
Lurah Uje, sapaan akrab Lurah Hilman Setiaji, menegaskan bahwa warga telah mencapai kesepakatan bulat jika hingga sore ini jalur kabel masih dibiarkan “seadanya” dan mengganggu akses publik, warga tidak akan ragu untuk memutus seluruh kabel yang tersisa.
Aksi penertiban kabel ini merupakan bentuk tanggung jawab kelurahan dalam merespons keluh kesah masyarakat yang merasa was-was saat melintas. Tindakan ini juga disebut sebagai implementasi instruksi Wali Kota untuk memastikan keamanan dan kenyamanan fasilitas publik.
“Bagi vendor yang sudah kooperatif, kami ucapkan terima kasih. Tapi bagi yang masih membandel dan membiarkan kabelnya semrawut sampai sore ini, jangan salahkan kalau kabel terputus oleh warga,” pungkasnya.
(Dk)
.
