Yayasan Pendidikan Al-I’anah Jangkar Jalani Asesmen Lapangan Pendirian Institut Al-I’anah Cilegon dari Kemenag RI
CILEGON – Langkah besar diambil oleh Yayasan Pendidikan Al-I’anah Jangkar dalam memperkuat pilar pendidikan tinggi di Kota Cilegon. Pada Jumat (24/4), Pendirian Institut Al-I’anah Cilegon (IAC) secara resmi menjalani proses Asesmen Lapangan sebagai tahapan krusial pendirian institusi tersebut.
Kegiatan yang berlangsung di Komplek Pendidikan Madrasah Al-I’anah ini dihadiri langsung oleh pejabat teras Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).
Hadir dalam agenda tersebut Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Kemenag RI, Dr. Asro’i, M.Pd., serta dua pakar pendidikan tinggi selaku tim asesor, yakni Prof. Dr. Bambang Qomaruzzaman, M.Ag. dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Prof. Dr. Wasehudin, M.Si. dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Ketua Yayasan Pendidikan Al-I’anah Jangkar, Dr. M. Rifki Hasun, M.Pd., M.Pd.I dalam sambutannya menegaskan kesiapan untuk berkontribusi dalam dunia akademik pendidikan tinggi melalui pendirian Institut Al-I’anah Cilegon (IAC).
Ia memaparkan bahwa IAC akan hadir dengan empat program studi (Prodi) strategis, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Manajemen Bisnis Syariah (MBS), Manajemen Haji dan Umroh (MHU) serta Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT).
“Kami sangat berharap proses asesmen lapangan ini berjalan lancar. Pendirian IAC merupakan ikhtiar kami dalam menyediakan pendidikan tinggi yang berkualitas bagi masyarakat,” ujar Doktor Rifki di hadapan para tokoh yang hadir, termasuk Pembina Yayasan, KH. Muhaimin Hasun, serta Pengawas Pimpinan Pesantren Al-I’anah, KH. Sulthon Hasun.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Bambang Qomaruzzaman, M.Ag., yang merupakan Guru Besar UIN Bandung sekaligus sebagain asessor, memberikan analisis mendalam mengenai peta pendidikan daerah.
Beliau juga menyoroti Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Banten yang masih rendah. Dari perspektif kebijakan pendidikan, beliau berharap nantinya kehadiran IAC dapat menjadi solusi strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi di wilayah tersebut.
Sementara itu, pesan mendalam bagi para calon dosen disampaikan oleh Prof. Dr. Wasehudin, M.Si., Guru Besar IAIN SMHB Serang, menyampaikan bahwa profesionalisme pendidik di level institut harus mencakup seluruh aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi secara terintegrasi.
“Dosen nantinya tidak hanya sekadar mengajar di dalam kelas. Saudara sekalian dituntut untuk aktif melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Di samping itu, harus produktif menulis karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal ternama seperti Sinta maupun Scopus,” tegas Prof. Wasehudin.
Dukungan Tokoh MasyarakatKegiatan yang berlangsung hingga pukul 17.00 WIB ini berjalan dengan khidmat dan lancar. Dukungan moral juga mengalir dari berbagai pihak, tampak hadir tokoh masyarakat Cilegon, KH. Nawawi Sahim, serta akademisi dari Institut Agama Islam Banten (IAIB), Dr. Muhammad Arief Iqbal, M.SI. dan Rektor Institut Agama Islam Rakeyan Santang Karawang, Hendar, S.H. M.H.
Kehadiran para tokoh dan akademisi ini semakin memperkuat optimisme bahwa kehadiran Institut Al-I’anah Cilegon akan menjadi institusi pendidikan yang mampu melahirkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing di Kota Santri dan Kota Baja.
(***)
