Mahasiswa Untirta Edukasi Warga Desa Malanggah Budidaya Hidroponik Pakcoy dari Botol Bekas
SERANG – Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), menggelar penyuluhan ketahanan pangan di Kampung Ciayun, Desa Malanggah, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Minggu (24/5/2026). Kegiatan ini fokus pada pemanfaatan limbah botol plastik sebagai media budidaya hidroponik pakcoy.
Program ini merupakan implementasi mata kuliah Ketahanan Pangan yang bertujuan membekali masyarakat cara memproduksi pangan sehat secara mandiri di lahan terbatas. Selain memberikan edukasi, mahasiswa mendampingi warga dalam praktik langsung pembuatan instalasi hidroponik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa ketahanan pangan rumah tangga bisa dimulai dari hal sederhana, yaitu memanfaatkan barang bekas sebagai media tanam yang ekonomis dan ramah lingkungan,” ujar Raina Izza Anarolia, perwakilan kelompok mahasiswa tersebut.
Dalam praktik lapangan, warga diajarkan langkah-langkah teknis mulai dari pemotongan botol, pemasangan sumbu (wicks), hingga teknik penanaman bibit pakcoy. Metode hidroponik dipilih karena efisien, tidak memerlukan lahan luas, dan relatif mudah dirawat oleh masyarakat awam.
Antusiasme warga terlihat tinggi saat sesi diskusi mengenai perawatan tanaman dan pemberian nutrisi. Salah satu warga, Badiatul Umah, mengaku terbantu dengan teknologi sederhana tersebut.
“Ini wawasan baru bagi kami. Ternyata hidroponik bisa dilakukan di rumah dengan botol bekas. Sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sayuran keluarga sehari-hari,” ungkap Badiatul.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat Desa Malanggah dapat lebih produktif dalam mengelola lahan pekarangan sekaligus berkontribusi dalam mengurangi limbah plastik di lingkungan sekitar. Langkah ini diharapkan menjadi pemicu terciptanya kemandirian pangan tingkat rumah tangga yang berkelanjutan.
(*/Red)

