CILEGON – Dinamika perebutan kursi kepemimpinan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon kembali menghangat. Nama pengusaha lokal sekaligus tokoh pemuda Ciwandan, H. Andi Suhandi yang akrab disapa Andi Jempol kini santer digadang-gadang bakal kembali maju dalam bursa pencalonan Ketua Kadin Kota Cilegon.
Langkah ini dinilai banyak pihak sebagai babak baru pasca dinamika panjang yang sempat mewarnai pelaksanaan Musyawarah Kota (Mukota) VI Kadin Cilegon sebelumnya.
Berbeda dengan tensi tinggi pada kontestasi lalu, dalam komitmen kali ini, Andi Jempol disebut-sebut membawa misi besar yang lebih sejuk, yakni fokus pada harmonisasi serta penyatuan visi seluruh elemen pengusaha di Kota Baja.
Kepad awak media, Andi mengamini bahwa banyak dorongan agar dirinya kembali memimpin gerakan perubahan di tubuh Kadin Cilegon yang datang dari arus bawah.
“Kondisi dunia usaha saat ini membutuhkan kolaborasi yang kuat. Poin utama yang saya bawa adalah rekonsiliasi dan harmonisasi. Kadin ke depan tidak boleh lagi terkotak-kotak, melainkan harus menjadi rumah bersama yang solid bagi seluruh pelaku usaha,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Rekam jejak Andi Jempol dalam kontestasi Kadin Cilegon memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pada bursa pemilihan sebelumnya, Andi Jempol dinilai memiliki keunggulan kompetitif yang jarang dimiliki kandidat lain, yaitu selain berpengalaman dalam menahkodai organisasi pengusaha juga memiliki basis massa yang solid di tingkat akar rumput (grassroots) serta jaringan yang kuat di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Cilegon.
Perpaduan latar belakang sebagai pengusaha industri yang cukup matang dalam dunia organisasi, dan kedekatannya dengan simpul-simpul pengusaha lokal menjadikannya figur penantang tangguh yang memiliki daya tawar politik tinggi.
Dalam framing misi harmonisasi yang diusungnya, Andi Jempol diproyeksikan bakal menjembatani kesenjangan komunikasi yang selama ini terjadi antar-generasi pengusaha di Cilegon. Meski dirinya tumbuh dari kultur pengusaha senior di sektor infrastruktur dan manufaktur, visi harmonisasinya diyakini akan merangkul faksi antar kalangan pengusaha.
Langkah Andi Jempol untuk kembali turun gelanggang diprediksi akan mengubah peta konstelasi Kadin Cilegon. Publik kini menanti bagaimana strategi sang “Penyuara Pengusaha Lokal” ini dalam merajut harmoni dan meredam riak-riak organisasi demi mewujudkan iklim investasi yang sehat di Kota Cilegon.
(Wan)

