CILEGON – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon bersiap mengalihkan pengelolaan anggaran operasionalnya yang diperkirakan mencapai Rp90 miliar ke PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten). Langkah ini menindaklanjuti Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan Pemerintah Kota Cilegon terkait kerja sama layanan perbankan.
Plt Direktur RSUD Kota Cilegon Ratu Robiatul Alawiyah menyatakan, bahwa proses transisi dari pihak perbankan sebelumnya, yakni Bank bjb, akan dilakukan secara smooth atau bertahap. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas pelayanan kesehatan yang berlangsung selama 24 jam di rumah sakit tersebut.
“Besar anggaran itu tergantung pendapatan rumah sakit, untuk saat ini kami perkirakan kurang lebih sekitar Rp90 miliar. Karena rumah sakit ada dua sumber anggaran, yaitu APBD dan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Yang untuk operasional ini yang kita kerja samakan dengan Bank Banten,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (6/5/2026).
Meski komitmen pengalihan sudah ada, pihak RSUD Cilegon menekankan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana dari Bank Banten agar mampu mengimbangi standar pelayanan yang selama ini telah berjalan. Beberapa kendala teknis seperti ketersediaan mesin ATM dan fasilitas penunjang lainnya menjadi catatan penting yang harus segera dipenuhi oleh bank milik Pemprov Banten tersebut.
RSUD Cilegon memberikan target waktu yang cukup dinamis bagi Bank Banten untuk mematangkan persiapannya. Jika seluruh infrastruktur pendukung siap dalam waktu dekat, pemutusan hubungan kerja sama operasional dengan bank sebelumnya akan langsung dilakukan.
“Targetnya sih secepatnya. Kalau bisa Bank Banten mengimbangi itu semua dalam satu bulan, kita harapkan sudah bisa langsung going (berjalan). Tentunya setelah MoU ini ada beberapa langkah persiapan sebelum pemutusan hubungan dengan bank sebelumnya,” jelasnya.
Mengingat karakteristik pelayanan rumah sakit yang tidak boleh terhenti, RSUD Cilegon meminta komitmen tinggi dari Bank Banten pada fase awal kerja sama ini. Pihak manajemen rumah sakit mengharapkan adanya quick response (respon cepat) dari Bank Banten jika sewaktu-waktu terjadi kendala teknis.
Selain meminta kelengkapan mesin ATM di area rumah sakit, Plt Direktur RSUD juga mengharapkan Bank Banten menyediakan kantor kas atau menempatkan petugas yang standby di lingkungan RSUD.
“Kami harap ada dari pihak Bank Banten yang standby, kantornya juga mengikuti kita, supaya kalau ada permasalahan lebih mudah dan gampang melakukan tindakan cepat,” tambahnya.
Ke depan, kerja sama ini tidak hanya mencakup pengelolaan dana operasional dan sistem penggajian pegawai (payroll) secara online yang saat ini masih berjalan di RKUD. RSUD Cilegon juga membidik pengembangan inovasi digitalisasi sistem pembayaran medis untuk mempermudah masyarakat.
Beberapa inovasi yang berpotensi dikerjasamakan secara bertahap antara lain adalah sistem pembayaran non-tunai langsung. Melalui sistem ini, pasien ke depan tidak perlu lagi menyetor uang tunai di kasir, melainkan bisa memanfaatkan layanan QRIS maupun e-banking.
(Dk)