Kasus Kekerasan Seksual Anak di Banten Mengkhawatirkan, Ancaman Nyata Masa Depan Generasi Bangsa

SERANG – Provinsi Banten tengah menghadapi krisis serius terkait kekerasan seksual terhadap anak. Data terbaru menunjukkan bahwa situasi ini bukan lagi sekadar kasus terisolasi, melainkan telah mencapai skala yang mengkhawatirkan dan masif, mengancam masa depan generasi penerus.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Banten, Hendy Gunawan menyampaikan, berdasarkan catatan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) untuk semester pertama hingga Juli 2025, tercatat 523 kasus kekerasan terhadap anak di Banten dari total 712 kasus yang melibatkan anak dan perempuan. Yang lebih mengejutkan, 427 dari kasus tersebut adalah kekerasan seksual. Angka ini berarti lebih dari 80 persen kekerasan terhadap anak di Banten berbentuk kekerasan seksual, sebuah proporsi yang jauh dari kata normal.

“Ini bukan angka kecil. Kita tahu, tidak semua kasus dilaporkan. Artinya, angka riil di lapangan kemungkinan jauh lebih tinggi.” ujar Hendry kepada Bantenesia.co.

Pelaku dari Lingkaran Terdekat, Keamanan Pun Terenggut

Kekhawatiran semakin mendalam mengingat profil pelaku sebagian besar pelaku kekerasan seksual terhadap anak di Banten adalah orang-orang yang dikenal dan dekat dengan korban. Mereka bisa jadi ayah, paman, tetangga, bahkan guru. Fakta ini secara tragis mengungkapkan bahwa anak-anak tidak lagi merasa aman bahkan di tempat-tempat yang seharusnya menjadi pelindung utama mereka: rumah dan sekolah.

“Artinya, anak-anak tidak lagi merasa aman bahkan di rumah dan di sekolah, dua ruang yang seharusnya menjadi tempat paling melindungi,” tambah Hendry dengan nada prihatin.

Seruan untuk Gerakan Luar Biasa

Situasi ini digambarkan sebagai kondisi “cukup parah” dan “sudah di tahap mengkhawatirkan.” Oleh karena itu, sudah saatnya semua pihak berhenti menutup mata dan mulai bertindak. Pendekatan biasa tidak lagi relevan dalam menghadapi kejahatan luar biasa ini.

“Karena kekerasan seksual terhadap anak sudah termasuk kejahatan luar biasa, maka harus ada gerakan luar biasa dan menyeluruh, dari desa sampai provinsi, dari RT sampai ruang kelas,” tegasnya, menyerukan intervensi kolektif yang komprehensif.

Isu ini bukan hanya persoalan hukum melainkan soal keberpihakan terhadap anak-anak. Jika masyarakat dan pemerintah gagal melindungi anak-anak hari ini, maka ancamannya adalah kehilangan satu generasi di masa depan. Banten dihadapkan pada tantangan mendesak untuk merumuskan strategi pencegahan dan penanganan yang efektif guna memastikan keamanan dan masa depan anak-anaknya.

Reporter : D Mulayana
Editor      : R Hartono

Leave A Reply

Your email address will not be published.