Mencari Jalan Pencairan Honor Ribuan Guru Madrasah, Kemenag Cilegon Himbau Lakukan Komunikasi

CILEGON – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cilegon, H. Amin Hidayat menyampaikan agar para guru madrasah mengedepankan komunikasi dengan pemerintah daerah terkait honor yang belum terbayarkan. Kemenag sudah mengetahui alasan mengapa pemerintah daerah belum membayarkan honor tersebut kepada guru madrasah yang jumlahnya mencapai ribuan orang.

Menurutnya, perwakilan guru sudah menyampaikan bahwa honornya belum terbayarkan. Kemenag cilegon juga sudah melakukan pengajuan pembayaran,  bahkan sampai dua hari menjelang akhir tahun anggaran 2024 masih melakukan komunikasi dengan pemerintah kota terkait hal itu.

“Kita sudah usulkan untuk pembayaran triwulan empat atau yang terkahir kepada pemerintah kota cilegon. Sampai hari ini dan kemarin desember masih belum terbayarkan dengan alasan anggaran di pemerintah daerah tidak bisa untuk membayarkan hibah atau kosong,” ujar Kepala kemenag cilegon, Selasa (7/1/2025).

Dengan kondisi itu, maka Amin Hidayat  sudah menyampaikan apa adanya kepada pihak yang bersangkutan (guru madrasah). Amin meyakini jika keuangan pemerintah daerah stabil, maka tentu tidak akan terjadi seperti ini, karena tidak mungkin pemerintah menginginkan masyarakatnya tidak sejahtera.

“Karena saya yakin, tidak ada seorang orang tua yang ingin menghianati anak-anaknya, tidak mungkin. Saya yakin itu,” ucapnya.

sekda

Menjawab terkait isu aksi unjuk rasa yang akan dilakukan oleh para guru madrasah, Amin berharap bahwa isu itu tidak benar. Dirinya selalu menyampaikan kepada guru-guru madrasa termasuk kepada ketua-ketua forum bahwa lebih baik melakukan komunikasi dengan pemerintah kota cilegon melalui audien untuk mencari titik temu.

“Enggak pantaslah kalau guru sampai demo, jadi saya berharap audien dengan pemerintah daerah itu lebih baik. Kan hasilnya sama. Jadi kalau mau audien saya persilahkan untuk mencari solusi. Kalau demo saya selaku pimpinan tidak setuju. Tidak menginginkan guru madrasah atau guru kemenang untuk melakukan demo,” tegasnya.

Oleh sebab itu dia berharap semua guru madrasah tetap sabar, mencari solusi yang terbaik, dengan doa dan komunikasi. Karena memang tidak ada pihak manapun yang mengharapkan situasi dan kondisi seperti ini. Serta menjadikan pengalaman ini sebagai pembelajaran yang berharga, pengalaman bagi semua pihak dan menjadikan sebuah tanggungjawab berat ketika diberikan bantuan oleh pemerintah daerah.

Defisitnya keuangan pemerintah kota cilegon menjadi sumber dari permasalahan di atas. Kendati begitu, pemerintah kota cilegon mengambil langkah dengan mengacu Surat Edaran Menteri Dalam Negeri nomor: 900.1.15.1/6658/SJ tentang Pelaksanaan, Penatausahaan dan Akuntansi Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah, Penyelesaian Pekerjaan Yang Tidak Terselesaikan, Serta Pengelolaan Kas Daerah Pada Akhir Tahun Anggaran 2024.

Editor : R Hartono




rsud
Leave A Reply

Your email address will not be published.