Alokasikan nggaran Rp5 Miliar, Pemkot Cilegon Siasati Kesiapan POPDA XII & PEPARPEDA IX Banten 2026

0

​CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon harus memutar otak untuk menyiasati keterbatasan anggaran dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) IX Banten Tahun 2026.

​Dengan alokasi dana sebesar Rp5 miliar dari APBD Murni 2026 lebih rendah dari usulan awal sebesar Rp7 miliar, Pemkot Cilegon kini memaksimalkan efisiensi anggaran dan kolaborasi lintas sektor agar pelaksanaan yang menyisakan waktu hitungan minggu ini tetap berjalan optimal.

​Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Cilegon, Sakri Jasiman, mengungkapkan bahwa total anggaran Rp5 miliar tersebut tidak hanya dialokasikan untuk penyelenggaraan acara, melainkan harus dibagi ke berbagai pos krusial. “Anggaran Rp5 miliar itu bukan hanya untuk penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga termasuk persiapan atlet Kota Cilegon, penginapan, makan minum, sarana prasarana, hingga kebutuhan venue,” ujar Sakri usai rapat persiapan, Selasa (19/5/2026).

​Sakri mengakui nominal tersebut sebenarnya belum mencukupi kebutuhan riil di lapangan. “Awalnya kami mengajukan sekitar Rp7 miliar untuk memenuhi seluruh kebutuhan persiapan dan pelaksanaan POPDA,” ungkapnya.
​Siasat Efisiensi: Pinjam Kendaraan OPD Hingga Dukungan Industri

​Untuk menutupi defisit anggaran sekitar Rp2 miliar dari rencana awal, Pemkot Cilegon menerapkan sejumlah strategi efisiensi, salah satunya dengan memanfaatkan fasilitas internal pemerintah dan sokongan sektor swasta.
​Di sektor transportasi dan mobilitas atlet, Dispora memilih menghemat anggaran dengan tidak menyewa armada dari luar, melainkan mengoptimalkan kendaraan dinas operasional milik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta bus Trans Cilegon.

​”Kita meminta bantuan dari OPD untuk meminjamkan kendaraan operasional. Bahkan Trans Cilegon juga akan digunakan, terutama untuk cabang olahraga beregu seperti sepak bola, hoki, voli, dan basket yang membutuhkan bus,” jelas Sakri.

​Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Ade Setia Putra, membenarkan bahwa keterbatasan anggaran ini memaksa kepanitiaan bergerak dinamis dengan menggandeng industri di Cilegon, terutama dalam penyediaan tempat pertandingan dan promosi.

​”Karena anggaran terbatas, ada beberapa bantuan dari perusahaan, termasuk dukungan venue dan kebutuhan lainnya,” kata Aziz.
​Berkat kolaborasi tersebut, sejumlah pos biaya sewa tempat bisa ditekan secara signifikan. “Sebagian besar venue yang digunakan merupakan fasilitas milik Pemkot Cilegon dan sebagian lainnya dukungan dari pihak perusahaan. Venue yang digunakan gratis, kita dibantu oleh teman-teman perusahaan,” tambahnya.

​Progres Kesiapan dan Target Ekonomi
​Meski dibayangi pengetatan anggaran, Aziz mengklaim kesiapan pelaksanaan POPDA XII dan PEPARPEDA IX saat ini telah mencapai kisaran 70 persen. Rencananya, ajang olahraga pelajar terbesar di Banten ini akan mempertandingkan 26 cabang olahraga di 15 hingga 20 lokasi berbeda pada 11-17 Juni 2026, dengan kick-off pengenalan maskot (Burung Merak) pada Minggu, 24 Mei mendatang.

​Di sisi lain, anggaran yang ada juga dipastikan tetap mengalir untuk membiayai fasilitas utama atlet lokal. Sakri menyebutkan seluruh atlet Kota Cilegon akan dipusatkan di Hotel The Royal selama masa kompetisi, dengan pembinaan training center (TC) yang sudah berjalan sejak awal Mei di masing-masing pengurus cabang olahraga (pengcab).

​Dengan keterlibatan sekitar 5.000 orang, meliputi atlet, ofisial, dan panitia, Pemerintah Kota Cilegon menargetkan efisiensi ini tidak mengendurkan prestasi demi membidik posisi tiga besar di tingkat provinsi. Selain itu, perputaran dana yang dibawa oleh ribuan penonton dan kontingen diharapkan mampu memberikan stimulasi balik bagi pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor UMKM dan perhotelan.
​(Dk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.