CILEGON – Waktu pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kota Cilegon tahun 2026 hanya menyisakan dua setengah bulan. Untuk mencegah melesetnya target anggaran, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil untuk mengebut realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Instruksi tegas ini secara khusus ditujukan kepada Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD). Aziz meminta petugas pajak daerah segera turun langsung ke lapangan secara door to door guna melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi kepada wajib pajak (WP) lama, baru, maupun yang belum terdaftar. Sektor yang disasar meliputi pajak restoran, hotel, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), hingga Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Aziz juga memperingatkan agar pengawasan di lapangan diperketat untuk mencegah adanya manipulasi atau kebocoran laporan pajak. “Jangan sampai transaksi yang riil di lapangan, dilaporkan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Apa yang menjadi transaksi, itulah kewajiban wajib pajak yang harus dibayar,” tegas Aziz, Kamis (8/10/2026).
Langkah agresif ini diambil menyusul laporan realisasi anggaran per akhir September 2026 yang masih membutuhkan dorongan signifikan. Berdasarkan data, realisasi PAD Kota Cilegon baru menyentuh angka 61,85 persen atau Rp637 miliar dari target Rp1,03 triliun.Sementara itu, untuk keseluruhan pendapatan daerah baru mencapai 69 persen (Rp1,6 triliun dari target Rp1,935 triliun). Di sektor pengeluaran, belanja daerah tercatat terealisasi 63,36 persen (Rp1,2 triliun dari target Rp2,001 triliun).
Aziz menegaskan, optimalisasi pajak dan retribusi di sisa waktu ini sangat krusial pascalengesahnya Perda APBD Perubahan 2026. Tercapainya target pendapatan akan memastikan seluruh program pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat berjalan tanpa hambatan.Berkaca pada APBD 2025 yang terbebas dari defisit, pihak eksekutif optimistis target tahun ini tetap bisa dikejar.
“Di 2026 ini pun kita berharap tidak terjadi defisit dan semua program bisa direalisasikan. Kuncinya ada pada pendapatan kita yang harus dioptimalkan agar sesuai dengan rencana,” pungkasnya.

