Pimpin HIPKA Banten 2026-2031, Amirudin Ma’ruf Fokus Genjot Digitalisasi dan Ekonomi Umat

SERANG – Amirudin Ma’ruf resmi menjabat sebagai Ketua Badan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha KAHMI (BPW HIPKA) Provinsi Banten periode 2026-2031. Penetapan tersebut disahkan melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) II yang diselenggarakan di Hotel Horison, Serang, Minggu (11/10/2026).Usai ditetapkan, Amirudin langsung mematok lima program prioritas yang akan menjadi panduan kerjanya selama lima tahun ke depan.

Kelima fokus tersebut meliputi konsolidasi internal, sinergi lintas sektor, peningkatan kualitas kompetensi pengusaha, pemberdayaan ekonomi umat, dan transformasi digital.Amirudin menegaskan bahwa posisi ketua bukan tanggung jawab ringan dan menuntut kerja kolektif dari seluruh elemen organisasi, termasuk pengurus tingkat kabupaten dan kota (BPD).

“Ini amanat yang besar dan berat. Organisasi tidak bisa maju hanya bertumpu pada satu figur. Dengan kolaborasi bersama seluruh pengurus, kita targetkan HIPKA Banten ke depan akan jauh lebih berkembang,” kata Amirudin usai acara.

Dalam implementasi programnya, Amirudin menyoroti pentingnya adaptasi teknologi bagi pelaku usaha untuk menghadapi persaingan pasar modern. Selain itu, HIPKA Banten juga akan memperlebar fokus pada sektor UMKM, koperasi, dan ekonomi syariah agar ekosistem bisnis tidak hanya dinikmati oleh pengusaha skala besar, melainkan juga masyarakat menengah ke bawah.

Ajang Muswil II ini turut dirangkaikan dengan Forum Bisnis Daerah yang dihadiri oleh Ketua Umum BPP HIPKA Kamarussamad, Ketua Umum Kadin Banten Mochamad Azzari Jayabaya, dan Koordinator Presidium KAHMI Banten Dedi Arisandi.

Ketua Umum BPP HIPKA, Kamarussamad, mengingatkan kembali bahwa organisasi ini lahir sebagai motor penggerak untuk mencetak kelas menengah baru dari kalangan alumni HMI di sektor ekonomi. Ia menilai Banten memiliki ceruk potensi yang luas, mulai dari sektor industri, properti, hingga pertanian yang perlu segera digarap melalui kemitraan strategis.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Provinsi Banten, Mochamad Azzari Jayabaya, menuntut adanya tindak lanjut nyata pasca-forum bisnis ini. Menurutnya, perkumpulan pengusaha tidak boleh sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi harus menghasilkan eksekusi bisnis yang konkret, khususnya dalam pemanfaatan teknologi untuk memperluas pasar.

Tantangan utama pengurus HIPKA Banten saat ini adalah menerjemahkan kelima agenda strategis tersebut menjadi kemitraan bisnis yang riil, perluasan akses pasar, dan pembukaan lapangan kerja baru di wilayah Banten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *