DPUPR Kota Cilegon Alokasikan Rp10 Miliar Untuk Bangun Jalan, Drainase dan Trotoar di Jalan Protokol

CILEGON — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon mengalokasikan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp10 miliar untuk membenahi infrastruktur. Proyek fisik yang meliputi perbaikan jalan, drainase, dan revitalisasi trotoar ini ditargetkan mampu mengatasi masalah genangan air serta memperbaiki aksesibilitas kawasan perkotaan.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Cilegon, Topan Dwi Ranggayudha, merinci bahwa sebagian besar proyek jalan saat ini telah rampung. Beberapa titik yang menjadi sasaran perbaikan meliputi Jalan KH Simin di Kelurahan Panggungrawi, Jalan Sumur Wuluh di Kelurahan Gerem, Jalan Raden Sastradikarta, hingga ruas Ciore-Keserangan di Kecamatan Grogol.

Selain infrastruktur jalan, Pemkot Cilegon juga mengebut pengerjaan sistem drainase sepanjang 1,2 kilometer di kawasan Pondok Cilegon Indah (PCI). Proyek yang hampir selesai ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk menekan potensi banjir di kawasan tersebut saat curah hujan tinggi. “Saat hujan besar, (dengan drainase baru ini) diharapkan aliran air lebih lancar dan genangan bisa teratasi,” kata Topan, Selasa (6/10/2026).

Meski pengerjaan jalan dan drainase menunjukkan progres positif, proyek penataan trotoar di jalan protokol masih menemui hambatan teknis. Berdasarkan data DPUPR, revitalisasi trotoar sepanjang 450 meter dari kawasan Ramayana hingga PT Sucofindo baru terealisasi sekitar 10 persen, meski menelan alokasi dana hingga Rp3,9 miliar.

Menurut Topan, lambannya pengerjaan di jalur tersebut dipicu oleh rumitnya penyesuaian utilitas publik, seperti tiang dan kabel PLN, serta jaringan internet yang melintang di sisi kiri dan kanan jalan. “Dinamika di jalan protokol cukup banyak. Kami harus menyesuaikan dengan utilitas yang ada, namun kami tetap menargetkan proyek ini selesai pada Desember 2026,” jelasnya.

Di sisi lain, proyek trotoar di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Cilegon sepanjang 300 meter telah lebih dulu rampung dengan serapan anggaran Rp1,7 miliar. Fasilitas ini tidak sekadar dibangun untuk pejalan kaki, tetapi juga dikonsep sebagai ruang publik baru yang estetik.

Sementara itu, warga Cilegon Agie menyambut baik pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemkot Cilegon, khususnya perbaikan jalan dan penataan trotoar di sejumlah kawasan. “Kami tentu mendukung pembangunan seperti ini karena jalan dan trotoar merupakan fasilitas yang digunakan masyarakat setiap hari. Yang penting kualitasnya baik dan setelah selesai juga dirawat, jangan sampai cepat rusak,” kata Agie.

Ia berharap pembangunan infrastruktur tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menyentuh wilayah permukiman dan akses yang masih membutuhkan perbaikan, sehingga masyarakat di tiap pelosok dapat menerima manfaat pembangunan yang merata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *