CILEGON — Paska penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) lanjutan pada 1 Agustus 2026 dengan Bank Banten, manajemen RSUD terus mematangkan kesiapan operasional perbankan di lingkungan rumah sakit. Manajemen rumah sakit memastikan proses transisi sistem keuangan ini berjalan bertahap tanpa mengorbankan kualitas dan kecepatan pelayanan kepada pasien.
Plt Direktur RSUD Kota Cilegon, dr. Hj. Ratu Robiatul Alawiyah, menjelaskan, langkah konkret saat ini difokuskan pada koordinasi teknis yang mencakup penyiapan aspek administratif, sarana-prasarana, serta integrasi layanan pembayaran. Pemetaan kebutuhan layanan perbankan ini melibatkan sinkronisasi lintas unit, mulai dari bagian keuangan, bendahara penerimaan dan pengeluaran, kasir atau billing, Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), hingga unit terkait lainnya.
“Seluruh pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan ketentuan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), pengendalian internal, serta keamanan transaksi,” ujar dr. Elin, panggilan akrab Ratu Robiatul Alawiyah, lewat keterangan tertulisnya, Selasa (18/8/2026).
Baca juga : Tindak Lanjut MoU Pemkot dan Bank Banten, RSUD Cilegon Bakal Alihkan Pengelolaan Anggaran Secara Bertahap
Menurut Elin, terkait keberadaan fisik fasilitas perbankan di area rumah sakit, manajemen mengonfirmasi bahwa hingga saat ini unit layanan seperti kantor kas maupun Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Banten belum beroperasi. Saat ini, proses masih berada pada tahap persiapan dan koordinasi lanjutan, meliputi penetapan lokasi, kesiapan ruangan, jaringan listrik dan data, serta aspek keamanan dan aksesibilitas.
Kendati fasilitas fisik tersebut belum tersedia sambung Elin, manajemen memastikan kebutuhan transaksi pelayanan rumah sakit tetap berjalan lancar menggunakan mekanisme pembayaran yang sudah ada sebelumnya.
Baca juga : Serap Aspirasi Masyarakat, RSUD Cilegon Gelar Sosialisasi Standar Pelayanan Kesehatan
Menanggapi instruksi Wali Kota agar transisi ini tidak menimbulkan hambatan bagi masyarakat, Elin menegaskan pihak rumah sakit telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi risiko. Mekanisme pembayaran yang lama akan tetap dipertahankan dan berjalan paralel sampai sistem baru dinyatakan siap dan stabil secara penuh.
Upaya mitigasi tersebut meliputi koordinasi intensif dengan pihak bank, uji coba transaksi sebelum penerapan penuh, rekonsiliasi berkala, penyediaan prosedur penanganan gangguan sistem, serta penempatan petugas khusus untuk membantu pasien di masa peralihan. “Dengan langkah-langkah ini, proses administrasi dan pelayanan medis di RSUD Cilegon diharapkan tetap berjalan optimal tanpa kendala berarti.” Tutup Elin.
Editor R Kalista

