Masduki Tekankan Rekam Jejak 5 Calon Sekda Kota Cilegon, “Bukan Barang Baru”, Kinerja di OPD Asal Perlu Dikaji

CILEGON — Wakil Ketua I DPRD Kota Cilegon, Masduki, memberikan penegasan penting terkait proses seleksi terbuka atau lelang jabatan calon Sekretaris Daerah (Sekda) definitif. Ia mengingatkan agar penentuan posisi puncak birokrasi ini benar-benar didasarkan pada evaluasi kinerja masa lalu dan manajemen talenta yang objektif, bukan sekadar atas dasar suka atau tidak suka (like and dislike).​

Menurut politisi PAN ini, kelima kandidat yang bersaing tersebut bukanlah orang baru atau “barang baru” di lingkungan birokrasi, melainkan pejabat lama yang rekam jejaknya di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah dapat diukur.​

Baca juga : Hadiri Pelantikan MD KAHMI Cilegon, Dirut Krakatau Steel Akbar Djohan Tegaskan Sinergi Industri dan Kaum Intelektual

“Semua orang-orang kandidat itu adalah orang-orang yang pernah ditempatkan di OPD. Paling tidak bukan barang baru, barang lama semuanya. Dalam proses penentuan itu, silakan dikaji di saat beliau di dinas mana, kinerjanya seperti apa,” ujar Masduki, di sela rapat laporan evaluasi semester I dan Progonis sisa tahun anggaran 2026, Selasa (4/8/2026).

Masduki menekankan agar proses seleksi melalui manajemen talenta benar-benar dijalankan secara objektif berdasarkan sistem dan perolehan skor. Sehingga menutup celah adanya unsur titipan atau kecemburuan antar-pejabat.

Ia juga mengingatkan agar eksekutif teliti melihat riwayat kepemimpinan kandidat. “Jangan sampai ada pejabat yang rekam jejaknya saat memimpin suatu dinas dinilai kurang optimal, namun kembali didorong tanpa pengkajian yang matang,” harapnya.

Kendati sistem manajemen talenta sudah mulai dijalankan tanpa ada istilah titipan, namun, hasil akhir tetap dikembalikan kepada hak prerogatif Kepala Daerah (Walikota dan Wakil Walikota).​

Dalam pandangan Masduki, figur Sekda definitif ke depan harus memenuhi sejumlah kriteria krusial agar roda pemerintahan berjalan efektif:

° ​Mampu Memimpin TAPD: Memiliki kapasitas dan kapabilitas kuat dalam memimpin Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

° ​Berwibawa dan Solutif: Memiliki kewibawaan dalam konteks kajian profesional, paham betul problematika di setiap OPD, serta mampu memberikan solusi nyata, bukan sekadar memerintah.

° ​Memberikan Keteladanan: Mampu memberi contoh yang baik guna mencegah terjadinya pembangkangan atau pemboikotan program pemerintah oleh unsur dinas.​

Menanggapi lima kandidat yang masuk dalam bursa pencalonan termasuk figur-figur seperti, Ahmad Aziz Setia Ade Putra (Pj Sekda), Achmad Jubaedi (Kepala Bapperida), Dana Sujaksani (Asisten Daerah II), Hayati Nufus (Kepala Disdukcapil) dan Heri Mardiana (Kepala Inspektorat), Masduki menilai mereka secara umum merupakan sosok profesional di Cilegon yang dinilai layak untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi berdasarkan rekam jejak karier yang telah mereka lalui.

Editor : R Kalista

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *