Fajar Ajak Generasi Muda Perkuat Ketahanan Pangan, 80% Pasokan Masih Bergantung dari Luar Daerah

CILEGON – Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai isu krusial yang perlu menjadi perhatian bersama elemen masyarakat, khususnya generasi muda. Hal itu disampaikannya dalam sebuah kegiatan diskusi yang digelar di Aula Setda Kota Cilegon, Selasa (28/1/2026).

Menurut Fajar, ketahanan pangan bukan hanya bagian dari tugas pemerintah daerah, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh warga negara. Ia menyebut, ketergantungan Cilegon terhadap pasokan pangan dari luar daerah masih tergolong tinggi.

“Sekitar 80 persen kebutuhan pangan Kota Cilegon masih bergantung dari daerah luar. Ini menjadi tantangan besar yang harus kita jawab bersama,” ujar Fajar.

Ia mengungkapkan, tantangan pangan saat ini bersifat nyata dan harus diantisipasi sejak dini. Fajar mencontohkan keberhasilan panen raya nasional yang dilaksanakan serentak pada 5 Januari lalu, di mana produksi nasional mencapai sekitar 34,8 juta ton dalam waktu kurang dari dua tahun sesuai target pemerintah pusat.

Meski demikian, Fajar mengingatkan agar upaya penguatan pangan di daerah tidak sekadar mengikuti tren. Ia menilai pengembangan pertanian, termasuk urban farming, harus difokuskan pada komoditas kebutuhan pokok masyarakat.

PDAM

“Jangan hanya ikut-ikutan menanam komoditas yang bukan kebutuhan utama. Yang harus kita perhatikan adalah beras, jagung, cabai, dan komoditas pokok lainnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga mendorong adanya peningkatan minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Ia menilai perlu ada ruang diskusi, seminar, serta pendampingan untuk menjembatani minat mahasiswa dan masyarakat agar mau terjun dan mengembangkan sektor pertanian.

Terkait kesejahteraan petani, Fajar menyampaikan bahwa pendapatan petani mulai menunjukkan perbaikan. Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala, salah satunya belum adanya gudang Bulog di Kota Cilegon, sehingga penyimpanan dan distribusi hasil panen masih bergantung pada wilayah lain.

Menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kota Cilegon, lanjut Fajar, terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Koordinasi lintas daerah dilakukan guna mencegah kelangkaan serta menekan laju inflasi.

“Beberapa komoditas seperti cabai dan telur masih bisa kita kendalikan, namun daging sapi perlu perhatian lebih karena rantai distribusinya cukup panjang.” Pungkasnya.

(Dk)

PCM
Leave A Reply

Your email address will not be published.