Penataan Kabel Udara Dimulai, Wali Kota Cilegon Targetkan Akhir Januari Tak Ada Lagi Kabel Bergantungan

CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon resmi memulai penataan kabel udara dengan menurunkannya ke dalam tanah. Program ini ditandai dengan seremonial pemotongan kabel setelah instalasi bawah tanah dinyatakan siap oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJI).

Wali Kota Cilegon, Robinsar, mengatakan penurunan kabel udara ke bawah tanah dilakukan secara bertahap seiring kesiapan infrastruktur pendukung. Menurutnya, total kabel yang ditangani mencapai sekitar 14 kilometer di sisi kanan dan kiri jalan utama yang tengah dibenahi.

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan seremonial pemotongan kabel karena instalasi bawah tanah telah siap dari APJATEL dan APJI. Ini menandakan bahwa kabel-kabel udara akan segera diturunkan ke dalam tanah secara bertahap,” ujar Robinsar.

Ia menjelaskan, proses penataan membutuhkan waktu karena banyaknya kabel yang harus direlokasi. Namun, sejak hari pelaksanaan seremonial, seluruh tahapan penurunan kabel sudah mulai berjalan dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan.

“Target penyelesaian sampai akhir Desember, sehingga memasuki akhir Januari sudah tidak ada lagi kabel maupun tiang yang bergantungan di Kota Cilegon,” jelasnya.

Robinsar menegaskan, program penurunan kabel ini merupakan bagian dari tahapan penataan wajah Kota Cilegon. Bahkan, kawasan Tugu Bajaj Cilegon menjadi salah satu area yang akan segera diresmikan sebagai hasil awal penataan kota.

“Penataan ini tidak hanya untuk mempercantik kota, tetapi juga memastikan mitigasi terhadap potensi banjir. Kawasan ini merupakan jalan nasional dan kemungkinan sudah sekitar sepuluh tahun sedimen drainase belum diangkat,” ungkapnya.

Ke depan, Pemerintah Kota Cilegon juga akan melakukan perapihan trotoar dan perbaikan sistem drainase agar lebih siap menghadapi curah hujan tinggi. Penataan tidak hanya difokuskan di pusat kota, tetapi juga menyasar wilayah kecamatan, termasuk fasilitas umum seperti lapangan sepak bola dan taman.

Sementara itu, perwakilan APJATEL, Noviana, menyampaikan bahwa tahap pertama penurunan kabel udara telah berhasil diselesaikan. Panjang kabel yang diturunkan mencapai tujuh kilometer, namun karena berada di sisi kanan dan kiri jalan, total penataan menjadi sekitar 14 kilometer.

“Awalnya ada 15 operator, namun dalam pelaksanaannya jumlah kabel mencapai sekitar 30, karena satu operator memiliki lebih dari satu jalur kabel. Alhamdulillah seluruh proses dapat berjalan dengan baik,” kata Noviana.

Ia menyebutkan, program penurunan kabel di Kota Cilegon menjadi salah satu yang tercepat dalam sejarah pelaksanaan APJATEL. Pekerjaan dimulai pada 19 Agustus dan pada Desember sudah memasuki tahap pemotongan kabel, sehingga seluruh proses dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari empat bulan.

“Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Cilegon, ini menjadi capaian yang luar biasa. Kami berharap kota ini menjadi lebih indah, lebih rapi, dan risiko keselamatan masyarakat semakin berkurang,” ujarnya.

Terkait kendala teknis, Noviana memastikan tidak ada gangguan berarti selama proses berlangsung. Menurutnya, instalasi kabel baru telah tersambung dan saat ini tinggal dilakukan pemotongan kabel lama serta pengangkatan tiang.

“Kendala paling utama sempat terjadi pada pengadaan kabel masing-masing operator karena proses birokrasi, serta kondisi tanah yang cukup keras dan diduga berstruktur karang. Namun alhamdulillah semuanya dapat diatasi dan dari sisi lingkungan tidak ada kendala.” Pungkasnya.

(Dk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.