Pemkot Cilegon Nyatakan Inflasi Aman Jelang Nataru, Pastikan Stok Pangan Stabil

CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon memastikan kondisi inflasi daerah berada dalam posisi aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kesiapan ini ditekankan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang digelar bersama Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Biro Perekonomian, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Aula Setda Kota Cilegon, Selasa (18/11/2025).

Wali Kota Cilegon, Robinsar, menyampaikan bahwa hasil rapat koordinasi tingkat tinggi ini menunjukkan tren positif. “Alhamdulillah tadi disampaikan kondisi inflasi di Kota dan Provinsi Banten, serta langkah menyikapi Nataru, termasuk memastikan stok pangan aman dan stabil,” kata Robinsar usai rapat.

Robinsar memaparkan, inflasi Cilegon pada bulan Oktober tercatat sebesar 2,5 persen. Angka ini dinilai aman karena berada dalam kisaran target 2,5\% \pm 1\% dan lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Banten (2,75 persen) dan nasional. “Kita nomor dua paling rendah di Banten setelah Tangerang. Range kita 2,5 persen plus minus 1 persen, jadi masih aman,” tegasnya.

Meskipun bukan daerah produsen pangan, Pemkot Cilegon telah mengambil langkah antisipatif untuk mengendalikan harga komoditas utama penyumbang inflasi seperti cabai dan bawang. “Kita sudah menjalankan sejumlah langkah pengendalian, seperti sidak pasar, pemantauan harga, dan penguatan stok bekerja sama dengan DKP dan Disperindag,” jelas Robinsar.

Secara khusus, Pemkot telah menjalin MoU dengan pemasok dari daerah lain, salah satunya Pandeglang, untuk memastikan pasokan tetap stabil. “Walaupun bukan penghasil, tapi langkah menstabilkan harga sudah berjalan bagus. Tahun depan, Pemkot juga akan menggencarkan gerakan menanam cabai oleh TP PKK, ASN, dan masyarakat,” imbuhnya.

Deputi Kepala Perwakilan BI Banten, Rawindra Diansah, mengapresiasi langkah Pemkot Cilegon yang berfokus pada kerja sama antar daerah, mengingat keterbatasan Cilegon sebagai wilayah non-produsen pangan.

“Cilegon memang bukan penghasil bahan pangan, namun pemerintah sudah sangat antisipatif melalui kerja sama antar daerah. Pasokan dipenuhi dari daerah surplus dan langkah-langkahnya sudah berjalan,” ujar Rawindra.

Ia juga mengonfirmasi bahwa berdasarkan laporan OPD dan Bulog, stok pangan menjelang Nataru dalam kondisi aman. Rawindra menekankan pentingnya pelaksanaan gerakan pasar murah. “Selain menstabilkan harga, (pasar murah) ini membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi, Chalik Lubis, menambahkan bahwa koordinasi dan penguatan kerja sama antar daerah akan terus dilakukan, serta memastikan program konkret seperti gerakan pasar murah segera dijalankan oleh Disperindag, Dinkop, dan dinas teknis lainnya.

“Titik-titik seperti gerakan pasar murah sudah kami sampaikan ke OPD teknis. Perlu kerja sama dengan daerah produsen agar pasokan tetap terpenuhi.” Tutup Chalik.

(Dk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.