KNPI Cilegon Gelar Konsolidasi, Rumah Besar Pemuda Cilegon Harus Tetap Solid dan Progresif
CILEGON – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Cilegon menggelar acara Refleksi Kemerdekaan dan Konsolidasi Pengurus. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi para pemuda di Cilegon untuk memperkuat persatuan, menyatukan visi, dan menyusun langkah kolektif menghadapi berbagai tantangan yang terus berkembang.
Acara bernuansa semangat kepemudaan ini dihadiri oleh jajaran pengurus Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) dan perwakilan dari beragam Organisasi Kepemudaan (OKP), seperti perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), hingga organisasi pelajar seperti Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pelajar Islam Indonesia (PII).
Kehadiran mereka membuktikan bahwa KNPI tetap menjadi wadah pemersatu pemuda lintas latar belakang. Dukungan acara, juga datang dari unsur legislatif seperti, Shidqi Andreza, Aflahul Aziz, dan Ari Muhammad. Kehadiran mereka seolah menjadi penegasan bahwa semangat dan kekompakan pemuda Cilegon perlu mendapat perhatian serius dari para pemangku kebijakan.
Sekretaris KNPI Kota Cilegon, Edi Junaidi, dalam sambutannya menekankan pentingnya acara ini sebagai pengingat sejarah perjuangan bangsa, sekaligus momen untuk menjaga soliditas barisan pemuda. “Refleksi kemerdekaan ini penting agar kita tidak lupa sejarah dan peran pemuda dalam bangsa ini,” ujar Edi.
Ia menambahkan bahwa konsolidasi ini adalah bukti bahwa KNPI tetap solid, mandiri, dan tidak berhenti bergerak di tengah dinamika sosial dan politik. Lebih lanjut, Edi menyoroti isu yang tengah berkembang terkait dugaan munculnya organisasi serupa yang dibentuk oleh pemerintah daerah. Ia menyampaikan keprihatinannya, “Kami sangat menyayangkan jika muncul organisasi serupa yang dibentuk oleh pemerintah. Harapan kami, pemerintah hadir menjadi jembatan untuk mempersatukan pemuda Kota Cilegon.” tambahnya.
Meskipun demikian, Edi menegaskan sikap KNPI yang tetap terbuka untuk rekonsiliasi. “Kami sangat terbuka jika ada upaya rekonsiliasi, tetapi harus dengan cara yang berkeadilan,” tegasnya, menunjukkan kedewasaan organisasi dalam menyikapi persoalan internal.
Di sisi lain, Ketua DPD KNPI Kota Cilegon, Rizki Putra Sandika, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terus mendukung gerakan pemuda. “Pemuda bisa diandalkan. Kita diisi dari bermacam-macam OKP dan pemuda, tapi sejauh ini kita solid dan terus berbuat secara kolektif,” kata Rizki.
Ia mengajak seluruh elemen pemuda untuk terus bersinergi, “Maka, mari bergandeng tangan, kolaborasi, dan sinergi, bukan terpecah belah.” Terang Rizki.
Sebagai penutup, KNPI Kota Cilegon kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi “rumah besar” bagi seluruh pemuda lintas latar belakang. Dengan semangat kolaboratif, inklusif, dan progresif, KNPI siap menghadirkan dampak nyata dan positif bagi masyarakat Kota Cilegon. (*/Red)
