Bursa Jabatan Kadis Kominfo Cilegon, 3 Kandidat Ini Berpeluang Besar

CILEGON — Bantenesia.co l Pemerintah Kota Cilegon kini tengah berada di ambang babak krusial dalam menata birokrasi melalui pengisian jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. Salah satu posisi strategis yang paling menjadi perhatian publik adalah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Cilegon.

Berbeda dengan seleksi jabatan di masa lalu, pengisian kursi kepemimpinan ini kini menerapkan mekanisme Manajemen Talenta. Langkah ini diambil Pemkot Cilegon guna memastikan bahwa figur yang terpilih tidak hanya memenuhi syarat administratif semata, melainkan benar-benar memiliki visi strategis dalam mengawal percepatan transformasi digital, keterbukaan informasi publik, serta penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Penerapan manajemen talenta ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah terhadap prinsip meritokrasi dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN), di mana jenjang karier dan promosi jabatan didasarkan secara objektif pada kompetensi, kualifikasi, dan kinerja nyata.

Meneropong Tiga Kandidat Kuat Kadiskominfo Cilegon

Bursa calon Kepala Diskominfo kini mengarah pada tiga nama pejabat birokrasi daerah yang memiliki latar belakang kompetensi mumpuni di bidangnya masing-masing.Berikut adalah perbandingan profil, rekam jejak, serta pengalaman lintas perangkat daerah dari ketiga kandidat:

Nama Kandidat dan Rekam Jejak.

° Zainal Musaddad : Jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo Kota Cilegon Memimpin langsung operasional harian, pengendalian, serta pengawasan internal Diskominfo Kota Cilegon selama masa transisi kepemimpinan.

° Tb Sofat : Jabatan Kepala Bidang Aplikasi Informatika (Aptika) Diskominfo Kota Cilegon. Berpengalaman sekitar 4,5 tahun mengelola tata kelola aplikasi informatika. Memiliki rekam jejak lintas sektor sebagai Kepala Bidang Politik Kesbangpol serta Kepala Seksi Kepemudaan Dispora Kota Cilegon.

° Ipung Ernawati Setianingrum : Jabatan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo SP Kota Cilegon. Membidangi penguatan komunikasi publik, kehumasan strategis, serta optimalisasi saluran penyebaran informasi resmi pemerintah kepada masyarakat.

Ketiga kandidat tersebut membawa modal pengalaman yang saling melengkapi. Zainal Musaddad membawa ketrampilan manajerial langsung sebagai pengendali roda organisasi saat masa transisi. Tb Sofat mengandalkan portofolio panjang di bidang teknis aplikasi dipadu pengalaman lintas sektor, sementara Ipung Ernawati Setianingrum didukung keahlian mendalam di bidang komunikasi publik dan kehumasan pemerintah.

Uji Kompetensi dan Pendalaman Solusi Organisasi

Tahapan seleksi telah melewati fase krusial berupa uji kompetensi dan wawancara mendalam yang dilangsungkan di Assessment Center BKPSDM Kota Cilegon.

Sesi wawancara ini melibatkan lima orang anggota Komite Talenta. Setiap penguji mendalami kapasitas peserta melalui pertanyaan-pertanyaan spesifik seputar persoalan aktual di tubuh Diskominfo.

Fokus utama pengujian diarahkan pada kemampuan kandidat dalam:

° Mengidentifikasi dan menyelesaikan persoalan internal organisasi.Menyusun arah strategis pengembangan infrastruktur teknologi informasi.

° Merumuskan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital di Kota Cilegon.

Wawancara penilaian kompetensi difokuskan pada pengujian kemampuan kandidat dalam mengidentifikasi persoalan internal organisasi, menyusun arah pengembangan teknologi informasi, serta merumuskan langkah konkret guna meningkatkan kinerja perangkat daerah di masa depan.

Alur Penetapan: Dari Penilaian Objektif Menuju Pelantikan Definitif

Seleksi Kepala Diskominfo ini merupakan bagian dari rangkaian evaluasi besar yang melibatkan 87 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memperebutkan tujuh kursi jabatan pimpinan tinggi pratama (Eselon II) di lingkungan Pemkot Cilegon.

Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, menjelaskan bahwa penetapan pejabat definitif harus melalui empat tahapan prosedur yang akuntabel:

1. Penyerahan Hasil Tiga Besar: Komite Talenta menyerahkan tiga nama dengan perolehan nilai terbaik untuk masing-masing jabatan kepada Wali Kota Cilegon.

2. Evaluasi Wali Kota: Wali Kota Cilegon, Robinsar, meninjau rekam jejak dan kinerja harian para kandidat guna memilih satu nama terbaik.

3. Pengusulan Teknis ke BKN: Hasil pilihan kepala daerah disampaikan secara resmi kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memperoleh persetujuan teknis (Pertek).

4. Pengumuman Resmi dan Pelantikan: Pejabat definitif Kadiskominfo dijadwalkan akan diumumkan sekaligus dilantik secara resmi pada akhir bulan setelah mengantongi lampu hijau dari BKN.

Masyarakat Kota Cilegon tentu menaruh harapan besar pada proses seleksi ini. Kehadiran pemimpin definitif yang lahir dari rahim manajemen talenta diharapkan mampu membawa Diskominfo Cilegon menjadi motor penggerak birokrasi yang semakin responsif, transparan, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi modern.

Bagaimana pandangan Anda terhadap penerapan mekanisme manajemen talenta dalam menjaring pimpinan instansi pemerintah seperti Diskominfo ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *