CILEGON — Pemandangan berbeda terlihat di Atrium Cilegon Center Mall (CCM) pada Jumat (16/10/2026). Ratusan siswa sekolah tumpah ruah memadati area pusat perbelanjaan tersebut bukan untuk bermain game arcade, melainkan asyik menjajal berbagai permainan tradisional dalam ajang “Dolanan Goes to Mall”.
Diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, acara ini sekaligus menjadi panggung peluncuran Gerakan Siswa Bermain Tradisional Ceria (GEMBIRA). Langkah ini diambil sebagai strategi konkret pemerintah daerah untuk melatih motorik dan mendidik karakter anak, sekaligus membentengi generasi muda dari kecanduan gawai (gadget).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Heni Anita Susila menyampaikan bahwa, pengenalan permainan tradisional di ruang publik modern seperti mal bertujuan untuk membuktikan bahwa budaya lokal tetap relevan dan bisa bersanding dengan gaya hidup anak-anak masa kini.
“Kita berharap permainan tradisional ini bisa terus dilestarikan dan diimbaskan kembali ke satuan pendidikan masing-masing serta dimainkan dalam keseharian anak-anak,” ujar Heni, di sela-sela acara.
Selama empat jam pelaksanaan, mulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIB, atrium mal disulap menjadi arena bermain yang interaktif. Anak-anak dan pengunjung mal diajak mengikuti lokakarya dan mempraktikkan langsung delapan permainan khas tempo dulu.
Ditempat yang sama, Vania Eriza, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF menambahkan, delapan permainan yang dimainkan secara massal tersebut meliputi Engklek, Das-dasan, Congklak, Egrang, Terompah Panjang (Bakiak), Balok, Gobag Sodor, dan Boi-boian.
Menurutnya, antusiasme peserta semakin memuncak dengan adanya pembagian doorprize dari panitia hingga penghujung acara. “Melalui perhelatan ini, Dindikbud Kota Cilegon berharap kesadaran masyarakat khususnya orang tua dan tenaga pendidik semakin meningkat untuk kembali menghidupkan tradisi lokal,” terang Vania.
Upaya ini dinilai penting untuk menjamin masa depan anak-anak yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga aktif berekspresi, bersosialisasi, dan berbudaya.

