CILEGON — Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon diminta tetap menjaga fokus dan integritas kerja di tengah maraknya isu rotasi dan mutasi jabatan. Para pegawai diingatkan agar tidak membiarkan rumor perubahan posisi mengganggu kualitas pelayanan publik.
Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, menegaskan bahwa tugas utama ASN adalah menjalankan amanah dan kewajiban profesional tanpa terpengaruh dinamika internal. “Jangan sampai isu rotasi dan mutasi memengaruhi kinerja. Sebagai pegawai, kewajiban kita adalah menjalankan amanah dan tugas yang diberikan,” ujar Aziz saat memimpin Apel Pagi Bersama di Halaman Kantor Wali Kota Cilegon, Senin (5/10/2026).
Sejalan dengan upaya penegakan disiplin, Pemkot Cilegon melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) tengah menguji coba sistem absensi digital atau e-presensi.
Aziz menjelaskan, digitalisasi absensi ini dirancang untuk memangkas birokrasi rekapitulasi kehadiran yang selama ini memakan waktu. Selain menjadi instrumen efisiensi, data dari e-presensi akan digunakan sebagai dasar penghitungan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) secara presisi.Penerapan sistem baru ini diproyeksikan mempercepat proses pencairan TPP ASN.
Jika sebelumnya kerap mengalami keterlambatan, hak keuangan pegawai kini ditargetkan dapat dicairkan tak lama setelah pembayaran gaji rutin setiap awal bulan.Di sisi lain, memasuki triwulan terakhir tahun anggaran 2026, Sekda Cilegon menyoroti efektivitas waktu pelaksanaan APBD Perubahan yang tersisa sekitar dua setengah bulan.
Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga lurah diinstruksikan mengawal ketat Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) masing-masing demi mengoptimalkan penyerapan belanja serta pencapaian target pendapatan daerah hingga akhir tahun.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem di musim penghujan, Aziz juga menginstruksikan seluruh jajaran kewilayahan untuk menggiatkan gerakan kebersihan lingkungan secara masif guna meminimalkan risiko bencana banjir dan masalah sanitasi di wilayah Cilegon.

