Terdampak Abu
CILEGON – Paparan abu vulkanik memicu lonjakan pasien di Poliklinik Anak RSUD Kota Cilegon, Banten. Selama beberapa hari terakhir, puluhan anak mendatangi rumah sakit dengan keluhan utama berupa batuk, pilek, serta demam tinggi.
Kepala Instalasi Rawat Jalan RSUD Kota Cilegon, dr. Rose Morisca Baharuddin, mengungkapkan bahwa kunjungan pasien anak sempat menembus angka 50 hingga 60 orang dalam sehari. Tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pasca terpapar materi vulkanik.
“Kunjungan di poli anak sedang meningkat, didominasi keluhan batuk, pilek, dan demam tinggi. Kondisi ini disinyalir kuat merupakan dampak dari paparan abu vulkanik,” ujar Rose saat memberikan keterangan pada Selasa (29/9/2026).
Tingginya jumlah pasien rawat jalan turut berdampak pada keterisian ruang perawatan. Sejumlah anak yang membutuhkan penanganan lebih lanjut terpaksa dianjurkan untuk menjalani rawat inap. Selain masalah pernapasan, pihak rumah sakit juga mencatat adanya kasus diare serta kunjungan rutin untuk kontrol penyakit lainnya.
Meski demikian, grafik kunjungan mulai menunjukkan tren penurunan. Dari yang sebelumnya menyentuh angka 60 pasien per hari, saat ini berkurang menjadi sekitar 40 anak.
Guna menekan angka morbiditas, RSUD Cilegon menggencarkan imbauan pencegahan kepada para orang tua. Warga juga diminta lebih disiplin Membiasakan anak-anak mereka mengenakan masker, terutama saat harus beraktivitas di luar rumah untuk meminimalisasi risiko paparan debu dan abu vulkanik.

