CILEGON — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cilegon menggelar workshop dan pelatihan intensif jurnalistik bertajuk “Mencetak Jurnalis Siber Masa Depan: Menjaga Fakta, Mengawal Informasi untuk Indonesia”. Kegiatan yang diikuti puluhan pelajar se-Kota Cilegon ini digelar untuk mengedukasi generasi muda dalam bermedia sosial sekaligus memilah informasi yang akurat. Acara dihadiri Wakil Ketua DPRD, Sokhidin, selaku penasehat SMSI untuk memberikan motivasi langsung kepada para peserta.
Dalam arahannya, Sokhidin menyampaikan apresiasinya atas inisiatif SMSI Kota Cilegon dalam membendung maraknya kabar bohong (hoax) di tengah pesatnya arus informasi digital. “Jurnalistik bukan sekadar tentang menulis, melainkan bagaimana mengamati, menggali informasi, dan menyampaikan fakta. Kegiatan ini menjadi kesempatan emas bagi para siswa untuk mengenal dunia jurnalistik secara lebih dekat,” ujar Sokhidin, Sabtu (26/9/2026).
Sokhidin menekankan pentingnya peran generasi muda agar tidak sekadar menjadi konsumen informasi yang pasif. Menurutnya, kemajuan peradaban suatu negara dapat diukur dari kualitas isu dan informasi yang dibahas oleh masyarakatnya.”Jangan sampai generasi muda hanya menjadi konsumen informasi. Mereka harus bisa berpikir kritis dan mampu menyampaikan informasi yang benar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sokhidin menilai pelatihan ini krusial dalam mencetak SDM yang andal di bidang komunikasi publik. Hal ini sejalan dengan upaya mendukung tata kelola pemerintahan yang terbuka (open governance) serta membangun kepercayaan publik.
Ia menambahkan, keberhasilan program kerja suatu lembaga atau instansi tidak akan dirasakan manfaatnya secara optimal jika tidak ditunjang oleh strategi penyebaran informasi yang tepat. “Kerja yang baik harus diketahui publik. Informasi yang disampaikan secara benar dan terukur akan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kinerja suatu lembaga,” pungkasnya.
Selain memberikan motivasi terhadap peserta, Sokhidin juga menyampaikan terbuka jika peserta ingin berkunjung ke gedung DPRD untuk berdiskusi dan berdialog terkait dengan pengetahuan kejurnalistikan bersama SMSI.
Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta dapat menjadi agen literasi digital yang mampu melahirkan karya-karya jurnalistik yang kritis, objektif, dan bertanggung jawab di masa depan.

