Disnaker Cilegon Gelar Pelatihan Vokasi Perdana untuk 188 Korban PHK

CILEGON — Pemerintah Kota Cilegon meluncurkan program pelatihan vokasi dan peningkatan kompetensi yang dikhususkan bagi para pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebanyak 188 dari total 307 pekerja korban PHK yang diusulkan ke UPTD Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, dipastikan ikut serta pada pelatihan gelombang pertama (batch) yang akan di mulai pada 28 September ini. Langkah itu menjadi program penanganan korban PHK berbasis kemitraan industri pertama yang digelar di Kota Cilegon.

Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, menegaskan bahwa Disnaker tidak boleh berhenti hanya pada taraf penyelenggaraan pelatihan dan pembagian sertifikat. Ia meminta adanya pendampingan konkret hingga para peserta benar-benar terserap kembali di dunia kerja. “Pelatihan harus presisi dengan kebutuhan industri, bukan sekadar mengejar pembagian sertifikat. Yang terpenting adalah kompetensi peserta naik kelas sehingga siap pakai,” ujar Aziz saat membuka kegiatan di Aula Diskominfo Cilegon, Kamis (24/9/2026).

Aziz mendesak Dinas Tenaga Kerja untuk aktif mendata lowongan di perusahaan-perusahaan lokal dan memprioritaskan para alumni pelatihan ini untuk mengisi posisi yang tersedia.Pelatihan gelombang pertama ini mencakup empat bidang keahlian:

1. Operator Forklift: 96 peserta (dilaksanakan 1–5 Oktober di PT Semindo Gemilang, PT Multigroup, dan Kantor Disnaker).

2. Operator K3 Umum: 60 peserta (28–30 September di Kantor Disnaker).

3. Barista & Digital Marketing/Content Creator: Masing-masing 16 peserta (12–15 Oktober di Kantor Disnaker dan Karang Taruna Lebak Denok).

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon, Sri Widayati, menjelaskan bahwa keterlibatan industri secara langsung dalam penyediaan fasilitas pelatihan menjadi nilai beda pada program kali ini.

“Ini program perdana di Cilegon yang dirancang terintegrasi dengan sektor industri. Tujuannya ganda: membekali peserta agar siap kembali masuk pasar kerja atau beralih membuka usaha mandiri,” kata Sri.

(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *