Satu ABK Kapal Rombongan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Ditemukan di Perairan Enggano

SERANG — Misteri hilangnya rombongan lima jurnalis dan tiga awak kapal (ABK) yang hilang di perairan Selat Sunda saat hendak meliput ke kawasan Gunung Krakatau mulai menemui titik terang. Satu dari delapan korban berhasil ditemukan di perairan Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Korban teridentifikasi atas nama Surakman, yang merupakan salah satu ABK dari kapal KM Arupadhatu 1.

Jenazah ditemukan oleh nelayan lokal dalam kondisi mengapung sebelum akhirnya dievakuasi oleh tim SAR gabungan setempat untuk proses identifikasi lebih lanjut.Kepolisian bersama tim medis telah mengonfirmasi identitas korban berdasarkan pencocokan data fisik serta barang-barang yang melekat pada tubuh korban.

Penemuan ini menjadi petunjuk penting setelah operasi pencarian dan pertolongan (SAR) skala besar yang melibatkan tim gabungan Basarnas sempat dihentikan. Sebelumnya, operasi pencarian di perairan Selat Sunda dihentikan setelah sepuluh hari penyisiran tidak menemukan tanda-tanda keberadaan para korban maupun bangkai kapal.

Dengan ditemukannya Surakman, fokus perhatian kini tertuju pada upaya pencarian tujuh korban lainnya yang masih dinyatakan hilang, terdiri dari lima orang wartawan dan dua ABK. Pihak berwenang menyatakan bahwa koordinasi antarwilayah, khususnya antara Banten, Lampung, dan Bengkulu, terus ditingkatkan. Penemuan di Pulau Enggano memperkuat dugaan bahwa arus laut telah membawa material atau korban jauh ke arah barat laut dari titik awal perkiraan hilang di Selat Sunda.

Polda Banten telah memberikan konfirmasi resmi mengenai identitas jenazah tersebut lewat konfrensi pers yang digelar di Mapolda Banten, “Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA seorang mayat yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu teridentifikasi sebagai Surakman,” kata Kapolda Banten Irjen Pol Hengki kepada wartawan, Rabu (23/9/2026).

Konfirmasi DNA tim DVI Pusdokkes Polri menunjukkan bahwa jenazah yang ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, adalah Surakman (60 tahun), salah satu ABK KM Arupadhatu 1.

Berikut rincian perkembangannya:

° Kepastian Identitas: Hasil pencocokan DNA antara jenazah dan anak kandungnya mengonfirmasi identitas Surakman secara mutlak.° Kondisi Pencarian: Penemuan ini merupakan titik terang pertama sejak hilangnya kapal pada 7 September 2026. Arus laut membawa jenazah sejauh Pulau Enggano dari titik awal di Selat Sunda. ° Status Korban Lain: Tujuh orang lainnya (lima jurnalis, satu kapten kapal, dan satu pemandu) masih dinyatakan hilang, dan koordinasi antarwilayah terus dilakukan.

Keluarga korban beserta komunitas pers saat ini terus memantau perkembangan informasi dari pihak Basarnas dan kepolisian, seraya berharap tujuh korban lainnya dapat segera ditemukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *