CILEGON – Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda kembali mengalami peningkatan signifikan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi menerus bertipe Strombolian yang melontarkan abu vulkanik tebal serta batu pijar dari kawah utama.Hingga saat ini, status GAK masih dipertahankan pada Level III (Siaga) sejak kenaikan tingkat aktivitas pada Juli 2026.
Secara akumulatif, otoritas terkait mencatat lebih dari 240 kali letusan terjadi di kawasan Gunung Anak Krakatau.
Rentetan Erupsi dan Dentuman Pijar
Erupsi beruntun yang terjadi sejak awal September 2026 disertai getaran serta suara dentuman keras yang terdengar hingga wilayah pesisir Banten dan Lampung. Sebaran abu vulkanik dilaporkan sempat mengarah ke wilayah perairan Selat Sunda mengikuti arah angin dominan.
Rekomendasi dan Zona Bahaya
PVMBG memperingatkan nelayan, wisatawan, dan masyarakat umum untuk tidak mendekati area kawah dalam radius bahaya 5 kilometer dari pusat erupsi.
Masyarakat di wilayah pesisir Banten maupun Lampung diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh isu atau informasi bohong (hoaks) mengenai potensi tsunami, serta selalu memperbarui informasi melalui saluran resmi PVMBG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
(*/Red)

