Masuki Tahun Keenam, Ahmad Aflahul Aziz Konsisten Dukung Turnamen Futsal Kambing Cup di Cilegon

CILEGON — Tradisi perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Lingkungan Penauan, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, kembali semarak dengan digelarnya Turnamen Futsal Kambing Cup antar-RT. Memasuki tahun 2026, ajang kompetisi olahraga ini resmi menginjak tahun keenam pelaksanaannya.

​Konsistensi penyelenggaraan turnamen ini tidak lepas dari dukungan berkelanjutan yang diberikan oleh Ahmad Aflahul Aziz, Anggota DPRD Kota Cilegon Fraksi Partai Gerindra. Menariknya, komitmen tersebut telah ia tunjukkan jauh sebelum dirinya resmi duduk sebagai wakil rakyat di kursi legislatif.

​Komitmen Jaga Tradisi Positif Pemuda

​Menurut Ahmad, dukungan terhadap Kambing Cup didasari oleh keinginan kuat untuk menjaga tradisi positif serta memberikan wadah kegiatan yang konstruktif bagi pemuda setempat dalam menyambut HUT RI.

​“Kambing Cup ini sudah ada sebelum saya menjadi anggota DPRD. Saya hanya ingin tradisi baik ini tetap berjalan dan masyarakat, khususnya pemuda, mempunyai kegiatan yang positif setiap momentum HUT RI,” ujar Aziz.

​Ia menilai bahwa kedekatan dengan masyarakat tidak cukup hanya dibangun lewat forum formal. Keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial, olahraga, dan kemasyarakatan menjadi kunci utama dalam merawat kedekatan tersebut.

​“Bagi saya, hadir di tengah masyarakat itu bukan hanya ketika ada agenda politik. Kegiatan seperti ini justru menjadi ruang untuk bertemu langsung dengan masyarakat, mendengar aspirasi dan menjaga hubungan yang sudah terbangun,” jelasnya.

​Ke depan, Afhlahul Aziz berkomitmen untuk terus mendampingi kegiatan kerakyatan ini agar dapat diwariskan dengan baik kepada generasi berikutnya.

​Apresiasi dari Tokoh Pemuda Penauan

​Konsistensi dukungan yang diberikan selama enam tahun berturut-turut ini turut mendapat apresiasi positif dari kalangan pemuda setempat. Perwakilan pemuda Lingkungan Penauan, Dzulkifli, menyebut bahwa Kambing Cup telah bertransformasi menjadi identitas kultural warga Penauan saat merayakan hari kemerdekaan.

​“Kami melihat Kambing Cup bukan hanya pertandingan futsal. Ini sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Penauan ketika memperingati kemerdekaan. Kami mengapresiasi karena kegiatan ini konsisten digelar selama enam tahun,” ungkap Dzulkifli.

​Ia berharap turnamen ini terus berlanjut setiap tahunnya untuk mempererat tali silaturahmi, menambah partisipasi pemuda, serta merawat kerukunan antarwarga setelah pertandingan usai.

​Dengan usia yang telah mencapai enam tahun, Kambing Cup diharapkan tidak sekadar melahirkan bibit-bibit atlet lokal, tetapi juga terus memperkuat ikatan persaudaraan dan kekompakan warga Lingkungan Penauan secara berkelanjutan.

Editor : R Kalista

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *