Bawaslu Kota Cilegon Gandeng Pramuka: Sasar Pelajar, Bentengi Suara Pemilih Pemula

CILEGON — Bawaslu Kota Cilegon resmi menggandeng Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka untuk membentuk Satuan Karya (Saka) Adhyasta Pemilu periode 2026–2031. Langkah ini bukan sekadar seremoni tanda tangan nota kesepahaman (MoU), melainkan strategi taktis memobilisasi generasi muda agar tidak sekadar menjadi objek suara, melainkan garda terdepan pengawas demokrasi.

Ketua Bawaslu Kota Cilegon, Alam Arcy Azhari, secara tegas menyatakan bahwa pelantikan yang digelar pada Kamis (13/8/2026) ini adalah komitmen nyata untuk memperluas jangkauan pengawasan partisipatif hingga ke akar rumput, khususnya kalangan muda. “Dengan terbentuknya Saka Adhyasta Pemilu, ini menjadi langkah pasti untuk mengajak kawan-kawan Pramuka bersama-sama menjaga dan mengawal demokrasi di Kota Cilegon,” ujar Alam.

Selama ini, edukasi politik kerap datang terlambat, hanya muncul saat tahapan pemilu sudah di depan mata. Menyikapi celah tersebut, Bawaslu Cilegon menyiapkan strategi berbeda.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Cilegon, Subiah, mengungkapkan bahwa fokus utama paska-pelantikan adalah langsung turun ke sekolah-sekolah di Cilegon. Ruang kelas dinilai sebagai medan paling strategis untuk membangun kesadaran politik sejak dini, mengingat sebagian besar pelajar akan segera bertransformasi menjadi pemilih pemula.

“Kami ingin keberadaan Saka Adhyasta Pemilu tidak hanya sebatas struktur kepengurusan di atas kertas, tetapi benar-benar memiliki kegiatan konkret. Anak-anak muda harus tahu bahwa demokrasi bukan sekadar mencoblos di bilik suara, tapi membutuhkan pengawasan agar integritasnya terjaga,” tegas Subiah yang juga didapuk sebagai Ketua Saka Adhyasta Pemilu Cilegon.

Menurutnya, karakter dasar yang melekat dalam diri anggota Pramuka, seperti disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan integritas, merupakan modal sosial yang sangat kuat untuk melawan praktik-praktik merusak seperti politik uang (money politics) dan disinformasi.

Semangat kolaborasi ini turut mendapat sorotan tajam dari Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Cilegon, Erza Erdiansyah. Ia menyambut antusias pembentukan Saka ini, namun langsung memberikan peringatan keras kepada pengurus yang baru dilantik agar tidak terjebak dalam formalitas birokratis semata.

Erza menekankan, organisasi kepemudaan sering kali bernasib hidup segan mati tak mau setelah seremoni pelantikan selesai. Ia menuntut adanya pembinaan berkelanjutan dan program kerja yang berdampak langsung. “Jangan setelah terbentuknya Saka kemudian ditinggalkan. Saka harus dibina dengan baik dan dijalankan dengan aktivitas nyata agar memberikan kontribusi riil kepada masyarakat,” tegas Erza.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban kelembagaan, kepengurusan Saka Adhyasta Pemilu Cilegon ini juga akan dilaporkan secara berjenjang hingga tingkat nasional.Melalui aliansi strategis antara Bawaslu dan Pramuka ini, Cilegon diharapkan memiliki benteng pertahanan moral baru yang digerakkan langsung oleh tangan-tangan anak muda. Harapannya, kualitas pemilu ke depan tidak lagi diukur dari tingginya angka partisipasi semata, tetapi dari seberapa bersih dan berdaulatnya suara rakyat yang dihasilkan.

Editor : R Kalista

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *