Warga Bojonegara Serang Sempat Blokade Jalan, Tuntut Pelebaran Jalan Infrastruktur Paska Kecelakaan Maut

SERANG — Ratusan warga yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Bojonegara-Puloampel (KMBP) menggelar aksi unjuk rasa dan sempat memblokade akses Jalan Bojonegara-Puloampel, Kabupaten Serang, Banten, pada Senin (27/7/2026). Aksi ini dipicu oleh kekesalan warga terhadap kondisi jalan yang sempit, kerap memicu kemacetan parah, serta memakan korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas. Dalam aksi tersebut, massa awalnya berorasi di satu lajur jalan nasional.

Namun, aksi sempat memanas ketika massa menutup dua lajur sekaligus, membuat akses utama menuju kawasan industri tersebut lumpuh sementara. Blokade berhasil dibuka setelah aparat kepolisian melakukan negosiasi yang berlangsung sekitar lima menit.

Presidium KMBP, Tajudin Hasan, menegaskan bahwa lebar jalan eksisting sudah sangat tidak memadai untuk menampung volume kendaraan berat, truk tambang, serta kendaraan pribadi dan umum secara bersamaan. Pihaknya mendesak pemerintah pusat dan daerah segera merealisasikan proyek pelebaran jalan dari dua lajur menjadi empat lajur. “Kita menuntut pelebaran jalan, dua jalur empat lajur. Untuk pengendara truk tambang industri dan juga komoditas masyarakat yang menggunakan kendaraan-kendaraan pribadi atau umum,” ujar Tajudin di lokasi aksi.

Tajudin menambahkan, tingginya intensitas kendaraan berat di jalur yang sempit sering kali memicu kecelakaan maut yang melibatkan truk, sepeda motor, hingga pejalan kaki.Keresahan tersebut turut dikuatkan oleh kesaksian Abdul Latif, paman dari salah satu korban kecelakaan. Ia mengungkapkan duka mendalam lantaran insiden kecelakaan di jalur tersebut telah merenggut nyawa keluarganya dalam waktu beruntun.

“Bukan hanya keponakan saya. Dalam sehari kemarin itu semua keluarga saya, sehari itu ada empat korban kecelakaan. Yang satu tewas meninggal dunia di Kampung Solor Kidul,” ungkap Abdul Latif.

Menanggapi eskalasi tuntutan warga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan proyek pelebaran Jalan Raya Bojonegara segera ditindaklanjuti. Ruas jalan nasional sepanjang 31,42 kilometer tersebut merupakan urat nadi vital logistik yang menghubungkan kawasan industri, area tambang, hingga Pelabuhan Bojonegara Bulk Terminal (BBJ).

Gubernur Banten Andra Soni menyatakan bahwa kondisi jalan saat ini sudah darurat dan mendesak untuk segera diperlebar demi menyeimbangkan pertumbuhan industri dengan keselamatan publik.

“Kondisi jalan ini sudah tidak lagi memadai untuk kawasan industri yang terus berkembang. Karena itu kami mengusulkan pelebaran agar kebutuhan masyarakat dan industri dapat terlayani secara seimbang,” tegas Andra Soni, Selasa (7/7).

Sebagai bentuk komitmen nyata percepatan pembangunan, Pemprov Banten telah merampungkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) pelebaran jalan menjadi empat lajur. Pemerintah juga berkomitmen mendukung penuh proses pengadaan lahan agar tahapan konstruksi dapat segera dimulai dalam waktu dekat.

Editor : R Kalista

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *