CILEGON — Peta persaingan menuju kursi Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Cilegon dipastikan semakin sengit. Amirudin Ma’ruf secara resmi menyatakan kesiapannya untuk bertarung dalam bursa kepemimpinan organisasi pengusaha paling bergengsi di “Kota Baja” tersebut.
Pengumuman ini disampaikan Amirudin pada Kamis (23/4), di tengah tuntutan pelaku usaha lokal yang menginginkan KADIN lebih bertaji dalam menghadapi dominasi industri besar di Cilegon. Ia membawa modal kuat berupa pengalaman strategis di berbagai jejaring organisasi.
“Cilegon adalah pusat industri, tapi pengusaha lokal harus jadi tuan rumah di negeri sendiri. Saya siap maju demi memastikan KADIN menjadi jembatan yang lebih kokoh antara kepentingan pengusaha daerah dengan raksasa industri yang ada di sini,” ujar Amirudin.
Langkah Amirudin dinilai sebagai ancaman serius bagi kandidat lain. Rekam jejaknya terbilang lengkap. Ia merupakan pengurus KADIN Provinsi Banten, menahkodai HIPKA Cilegon, hingga menjadi salah satu penguris SMSI Kota Cilegon.
Kombinasi pengalaman di level provinsi dan akar rumput di daerah dianggap sebagai senjata untuk mendobrak kebuntuan komunikasi yang selama ini sering dirasakan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) terhadap sektor industri manufaktur.
Dalam framing visi misinya, Amirudin menekankan bahwa KADIN tidak boleh hanya menjadi wadah elit. Ia ingin mengubah paradigma KADIN Cilegon menjadi lebih progresif dan mampu menjemput bola dalam setiap peluang investasi yang masuk.
“KADIN Cilegon ke depan tidak boleh pasif. Kita harus adaptif dengan perubahan iklim industri global. Sinergi dengan Pemkot Cilegon harus ditingkatkan agar regulasi dan peluang usaha bisa benar-benar dirasakan oleh kawan-kawan pengusaha di daerah,” tegasnya.
Munculnya sosok Amirudin Ma’ruf membawa angin segar sekaligus dinamika baru. Mengingat Cilegon tengah menghadapi tantangan ekonomi global yang berdampak pada sektor industri, publik menantikan sosok pemimpin KADIN yang mampu melakukan lobi-lobi strategis.
Sejumlah pengamat menilai, latar belakang Amirudin yang memahami dunia media dan organisasi pengusaha tingkat provinsi memberinya keunggulan dalam hal positioning politik dan ekonomi. Saat ini, komunikasi antar-faksi di internal KADIN mulai intens dilakukan menjelang hari H pemilihan.
(Dk)
