Selidiki Sumber Bau Menyengat Yang Ganggu KBM Siswa di SDN Tembulun II, Polres Cilegon Pasang Alat Pemantau Udara

CILEGON – Aparat kepolisian dari Polres Cilegon bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memasang alat pemantau kualitas udara di lingkungan SDN Tembulun II, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, menyusul laporan bau menyengat yang sempat mengganggu aktivitas belajar siswa.

Pemasangan alat tersebut dilakukan sebagai langkah cepat untuk memastikan kondisi udara di sekitar sekolah tetap aman, sekaligus menelusuri kemungkinan adanya zat berbahaya di lingkungan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama, mengatakan alat yang digunakan merupakan perangkat pemantauan kualitas udara yang mampu bekerja secara kontinu selama 24 jam.

“Kami sudah pasang alat untuk memonitor kualitas udara secara berkala. Hasil sementara menunjukkan angka 24, namun masih akan terus kami pantau,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi guna melindungi keselamatan para siswa dan tenaga pendidik apabila terjadi paparan zat berbahaya.Ia menambahkan, hasil lengkap dari pemantauan tersebut baru dapat diketahui setelah alat bekerja maksimal selama satu hari penuh.

“Besok hasilnya bisa lebih terlihat. Harapannya kualitas udara tetap dalam kondisi aman dan tidak melampaui ambang batas,” jelasnya.

Meski demikian, hingga saat ini pihak kepolisian belum dapat memastikan sumber bau menyengat yang sebelumnya sempat tercium oleh para siswa.

“Ketika anggota tiba di lokasi, bau sudah hilang. Jadi sumbernya belum bisa dipastikan sampai sekarang,” katanya.

Sebelumnya, puluhan siswa di SDN Tembulun II dilaporkan mengalami gangguan setelah mencium aroma menyengat yang diduga berasal dari zat kimia pada Selasa pagi.

(Dk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.