CILEGON – Aktivitas belajar mengajar di SDN Tembulun II, Lingkungan Tembulun, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, sempat terganggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari zat kimia, Selasa (31/3/2026) pagi.
Kepala SDN Tembulun II, Vidiaa Panji Yudha, membenarkan adanya bau tidak sedap yang tercium sejak pagi hari saat kegiatan belajar berlangsung. Menurutnya, kegiatan pembelajaran awalnya berjalan normal. Namun, bau menyengat mulai tercium hingga berakhir pukul 08.00 WIB.
“Awalnya pembelajaran berjalan seperti biasa. Tapi kemudian muncul bau menyengat yang cukup mengganggu,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Meski demikian, pihak sekolah memastikan belum ada laporan siswa yang mengalami keluhan kesehatan akibat kejadian tersebut. Vidia mengaku belum dapat memastikan sumber bau tersebut. Ia menduga bau berasal dari kawasan industri yang berada di sekitar wilayah Merak dan Anyer, yang lokasinya dapat terlihat dari area sekolah.
“Kami belum mengetahui pasti sumbernya dari mana, karena di sekitar wilayah ini memang terdapat beberapa kawasan industri,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk penyediaan masker bagi siswa guna meminimalisir dampak dari bau tersebut.
Pihak sekolah berharap kejadian serupa tidak kembali terulang agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan aman dan nyaman.
(Dk)
