RAT Tahun Buku 2025, Koperasi Merah Putih Kedaleman Catat Perkembangan Signifikan

CILEGON – Koperasi Merah Putih Kelurahan Kedaleman menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (31 Maret 2026). Ketua Koperasi Merah Putih Kedaleman, Rachimin, menyampaikan bahwa koperasi yang dipimpinnya telah menunjukkan kemajuan, terutama dalam pengembangan usaha gerai sembako.

“Alhamdulillah, selama satu tahun berjalan koperasi kami sudah menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Bersama para pengurus, kami sudah membuka gerai sembako sesuai anjuran pemerintah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gerai sembako tersebut awalnya menyediakan tiga komoditas utama, yakni beras, minyak, dan gas. Namun seiring berjalannya waktu, jenis barang yang dijual semakin bertambah, seperti mi instan, tepung, dan kebutuhan pokok lainnya.

Menurutnya, perkembangan tersebut tidak lepas dari kekompakan para pengurus yang aktif melakukan koordinasi dan evaluasi secara rutin.“Semua ini bisa berjalan karena kekompakan pengurus, yang rutin melakukan rapat, saling memberikan masukan, dan terus berupaya mengembangkan koperasi,” katanya.

Dari sisi keanggotaan, saat ini tercatat sekitar 25 anggota aktif dari total 55 anggota. Sementara itu, modal koperasi juga mengalami peningkatan, dari awalnya sekitar Rp10 juta menjadi kurang lebih Rp30 juta.Selain itu, koperasi juga sempat mendapatkan dukungan permodalan melalui pinjaman dari BPRS sebesar Rp10 juta, yang kini mulai dicicil pengembaliannya.

Rachimin menambahkan, keberadaan koperasi memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama melalui program penjualan minyak murah di bawah harga eceran tertinggi (HET). “Alhamdulillah masyarakat merespons sangat baik, terutama saat kami menyediakan minyak dengan harga lebih terjangkau, sekitar Rp15.700. Masyarakat sangat antusias,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengakui koperasi masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya terkait tingginya permintaan pinjaman dari anggota. Namun untuk saat ini, pihaknya belum membuka layanan simpan pinjam.

“Kami masih fokus pada penguatan usaha sembako. Ada arahan juga agar tidak terburu-buru membuka pinjaman, karena risikonya cukup besar,” jelasnya.

Ia menuturkan, skema pinjaman masih dalam tahap perencanaan, dengan mempertimbangkan besaran simpanan anggota sebagai acuan.

Untuk pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU), lanjutnya, belum dapat dilakukan karena koperasi baru aktif berjalan pada Januari 2026. Saat ini, pihaknya masih fokus pada evaluasi melalui RAT.

“Ke depan, kami akan terus mengembangkan usaha koperasi sambil menunggu arahan lebih lanjut dari dinas terkait,” pungkasnya.

(Dk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.