Honor Guru Madrasah di Cilegon Segera Dicairkan, Total Pengajuan Rp9 Miliar
CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) segera mengajukan pencairan honor bagi guru madrasah. Pencairan ditarget dilakukan dalam waktu dekat agar dapat dimanfaatkan para penerima menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kepala Bagian Kesra Kota Cilegon, Rahmatullah, mengatakan pengajuan pencairan honor guru madrasah akan dilakukan pada pekan ini.
“Honor guru madrasah insya Allah minggu ini akan kita ajukan. Mudah-mudahan paling telat minggu ini atau sebelum Lebaran sudah bisa dicairkan, sehingga bisa dirasakan oleh para guru madrasah,” kata Rahmatullah, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, total pengajuan anggaran untuk pencairan honor tersebut mencapai sekitar Rp9 miliar. Dana tersebut diperuntukkan untuk pembayaran honor selama tiga bulan.
Menurut Rahmatullah, jumlah penerima honor tahun ini sedikit berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu karena sebagian penerima telah diterima sebagai pegawai paruh waktu di Kementerian Agama.
“Jumlah sebelumnya sekitar 5.189 orang, namun berkurang sekitar 42 orang karena ada yang diterima sebagai pegawai paruh waktu di Kementerian Agama,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Pemerintah Kota Cilegon telah menyiapkan anggaran sekitar Rp36 miliar dalam satu tahun untuk pembayaran honor guru madrasah.
Rahmatullah menjelaskan, proses pengajuan pencairan akan dilakukan melalui bagian umum terlebih dahulu sebelum diverifikasi dan diteruskan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
“Besok kita ajukan ke bagian umum, setelah diverifikasi baru kita sampaikan ke BPKAD. Mudah-mudahan minggu ini sudah bisa diproses atau paling lambat hari Senin,” jelasnya.
Selain guru madrasah, Pemkot Cilegon juga berupaya menyalurkan honor bagi para pemandi jenazah. Saat ini proses tersebut masih dalam tahap verifikasi administrasi.
“Terkait pemandi jenazah juga kita upayakan. Sementara untuk DKM masih dalam proses verifikasi karena ada sedikit kendala administrasi seperti kesalahan kode rekening,” ungkapnya.
Untuk pemandi jenazah, jumlah penerima diperkirakan sekitar 675 orang dengan besaran honor sekitar Rp53 ribu per orang. Total anggaran yang disiapkan berkisar Rp700 juta.
Rahmatullah juga menyinggung rencana peningkatan honor hingga Rp1 juta. Namun menurutnya hal tersebut masih menunggu kemampuan anggaran daerah.
“Untuk rencana Rp1 juta itu kita masih menunggu kemampuan anggaran daerah. Mudah-mudahan ke depan jika APBD memungkinkan dan sesuai target bisa direalisasikan,” pungkasnya.
(Dk)
