CILEGON – Sebanyak 72 orang pedagang daging sapi di Pasar Kranggot, Kota Cilegon, kompak melakukan aksi mogok berjualan selama dua hari, terhitung, Senin hingga Selasa 26–27 Januari 2026. Aksi tersebut dipicu oleh melonjaknya harga daging sapi yang dibarengi dengan kelangkaan stok, sehingga dinilai memberatkan pedagang maupun konsumen.
Kepala UPT Pasar Kranggot Kota Cilegon, Siti Rogayah, membenarkan aksi mogok jualan tersebut. Ia menyebutkan bahwa para pedagang memilih tidak berjualan sambil menunggu kebijakan pemerintah terkait stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan daging sapi.
“Laporan yang kami terima, ada sekitar 72 pedagang daging sapi yang mogok jualan. Aksi ini dilakukan hanya dua hari, hari ini dan besok, sambil menunggu kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga dan kelangkaan stok daging,” ujar Rogayah saat ditemui di Pasar Kranggot, Senin (26/1/2026).
Menurut Rogayah, kenaikan harga daging sapi saat ini berada di luar kewenangan pemerintah daerah, karena penetapan harga daging merupakan kebijakan pemerintah pusat. Namun demikian, kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas jual beli di pasar.Di sisi lain, kelangkaan daging sapi justru membawa dampak positif bagi pedagang ikan.
Banyak konsumen beralih membeli ikan sebagai alternatif protein hewani.“Penjualan ikan justru meningkat cukup signifikan. Rata-rata kenaikannya mencapai 30 persen dibandingkan hari biasa. Bahkan ada pedagang ikan yang bisa meraup omzet Rp5 juta hingga Rp7 juta per hari,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Cilegon, Fitriadi Achmad (Anggi), mengatakan bahwa Pemerintah Kota Cilegon melalui Disperindag tengah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi agar aksi mogok jualan tidak berlangsung lama dan aktivitas pasar dapat kembali normal.
“Kami akan mengambil langkah antisipasi, mulai dari operasi pasar, hingga koordinasi dengan BUMN dan Bulog untuk meminta bantuan pasokan daging beku atau cadangan pangan lainnya,” kata Anggi.
Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinas Ketapang) guna memastikan rantai pasok lokal tetap terjaga.
“Kondisi di lapangan ini akan kami laporkan terlebih dahulu kepada pimpinan. Setelah itu, kami segera berkoordinasi dengan Bulog dan instansi terkait agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi,” tegasnya.
Pemkot Cilegon berharap para pedagang daging sapi dapat kembali beraktivitas setelah aksi mogok selesai, sehingga keseimbangan komoditas di pasar tetap terjaga dan masyarakat memiliki pilihan pangan yang cukup.
(Dk)
