Krakatau Tirta Industri Tuntaskan Program Penanaman 1 Juta Pohon
CILEGON – Krakatau Tirta Industri (KTI) resmi menuntaskan program penanaman 1 juta pohon. Puncak kegiatan tersebut ditandai dengan aksi penanaman pohon yang digelar Rabu, 17 Desember 2025, di area Waduk Krenceng, dekat kantor Krakatau Tirta Industri (KTI).
Direktur Utama, PT Krakatau Tirta Industri, Dendin Hermawan, mengatakan bahwa program penanaman pohon ini sebenarnya telah dilakukan jauh sebelum tahun 2007. Namun sejak tahun tersebut, KTI mulai melakukan pencatatan dan perhitungan secara administrasi secara lebih tertib hingga akhirnya capaian 1 juta pohon berhasil diwujudkan.
“Acara hari ini merupakan puncak dari program penanaman 1 juta pohon yang kami jalankan sejak 2007. Alhamdulillah, hari ini target tersebut dapat tercapai,” ujar Dendin.
Ia menjelaskan, latar belakang program ini berangkat dari kesadaran bahwa alam akan memberikan manfaat yang berkelanjutan apabila dijaga dengan baik. Terutama daerah aliran sungai (DAS), danau, serta sumber-sumber air yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.
“Jika DAS dijaga dengan baik, maka air akan tetap tumbuh dan lestari. Dari sekian program lingkungan yang kami miliki, penanaman 1 juta pohon menjadi salah satu program utama,” jelasnya.
Penanaman pohon dilakukan di berbagai wilayah, baik di Kota Cilegon maupun Kabupaten Serang. Beberapa lokasi di antaranya berada di Padarincang, kawasan DAS danau seluas sekitar 22 hektare, Rawadano, serta sejumlah titik lain yang dikerjasamakan dengan berbagai pihak.
Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi pohon trembesi, mahoni, serta beberapa jenis pohon buah-buahan. Pada kegiatan penanaman yang digelar hari ini, KTI memfokuskan pada penanaman pohon trembesi dan mahoni.
Dendin menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari keterlibatan berbagai pihak seperti pihak pemerintah daerah, bksda, hingga kelompok masyarakat.
“Kami tidak mungkin menanam 1 juta pohon jika berjalan sendiri. Oleh karena itu, kami melibatkan banyak pihak, mulai dari perumdas cidanau, bkpsda, pihak kecamatan, kelurahan bahkan keterlibatan anak-anak sekolah hingga pemerintah daerah dan kelompok masyarakat,” ungkapnya.
Ke depan, Dendin berharap program penanaman pohon ini tidak berhenti sampai di sini. Menurutnya, KTI bersama seluruh pemangku kepentingan akan menyusun program-program lingkungan baru yang memiliki dampak lebih besar dan berkelanjutan.
“Kami ingin program ke depan memiliki dampak yang lebih luar biasa agar DAS tetap lestari dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan Indonesia,” tuturnya.Ia juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak eksternal, termasuk pemerintah daerah, mitra industri, serta unsur TNI dan pemerintah kota dalam program penanaman pohon di jalur hijau.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah mendukung, sehingga program penanaman 1 juta pohon ini dapat terwujud.” Pungkasnya.
(Dk)
