Disnaker Cilegon: Serapan Tenaga Kerja Turun Hampir 50 Persen, TPT Naik karena Rekrutmen Minim

CILEGON – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon mencatat tingkat penyerapan tenaga kerja di tahun 2025 mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan data per Oktober 2025, jumlah tenaga kerja yang terserap hanya mencapai 1.975 orang, atau hampir separuh dari jumlah penyerapan tahun lalu yang mencapai lebih dari 3.000 orang.

Kepala Disnaker Kota Cilegon, Panca Nugrahestianto Widodo, mengatakan bahwa peningkatan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) bukan semata tanggung jawab Disnaker, melainkan juga dipengaruhi oleh kondisi industri dan ekonomi global yang berdampak pada berkurangnya kebutuhan tenaga kerja.

“Saya tidak membela diri, tapi TPT itu kan bukan hanya urusan Disnaker. Tahun ini memang perekrutan dari perusahaan jauh lebih sedikit dibanding tahun kemarin, jadi wajar kalau angka TPT bertambah,” ujar Panca saat ditemui di Kantor Disnaker Cilegon, Senin (10/11/2025).

Menurutnya, penurunan perekrutan tenaga kerja terjadi karena dua faktor utama, yakni meningkatnya jumlah angkatan kerja baru dan berkurangnya pembukaan lowongan dari perusahaan. “Angkatan kerja yang bertambah sementara rekrutmen perusahaan menurun. Jadi meskipun kita sudah berupaya maksimal, kalau lowongan yang tersedia sedikit, ya otomatis penyerapannya juga turun,” jelasnya.

Panca menambahkan, data yang dihimpun Disnaker saat ini masih mengacu pada laporan dari perusahaan atau sektor formal. Sementara itu, sektor informal seperti pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) belum sepenuhnya terdata oleh Badan Pusat Statistik (BPS). “Yang dari BPS itu kan belum tentu mencakup pelaku UMKM. Jadi data yang kita pegang sekarang baru pekerja formal saja, sedangkan informal belum bisa diketahui pasti,” ujarnya.

Lebih lanjut, Panca menilai bahwa menurunnya penyerapan tenaga kerja di Cilegon juga tak lepas dari kondisi ekonomi global yang membuat perusahaan menekan jumlah kebutuhan tenaga kerja baru. “Penyebabnya karena memang kebutuhan perusahaan tidak sebanyak dulu. Selain itu, kondisi global juga berpengaruh. Banyak industri yang melakukan efisiensi, sehingga kebutuhan tenaga kerjanya ikut ditekan,” terangnya.

Pemerintah Kota Cilegon melalui Disnaker, lanjutnya, akan terus berupaya memperluas kesempatan kerja dengan menggandeng dunia industri dan memperkuat program pelatihan berbasis kompetensi agar dapat menekan angka pengangguran di tahun mendatang.

(Dk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.