Pemkot Cilegon Peringati Hari Anak Nasional Ditengah Tingginya Angka Kasus Kekerasan Seksual
CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon baru saja memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 dengan tema sentral “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”. Perayaan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah ditengah tingginya angka kasus kekerasan seksual terhadap anak. Peringatan Hari Anak Nasional digelar untuk tujuan membentuk generasi muda yang tidak hanya sehat dan berkarakter, tetapi juga terlindungi dari berbagai ancaman.
Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, dalam sambutannya menyoroti peran krusial dari orang tua, guru, dan seluruh elemen masyarakat. Beliau menekankan bahwa kolaborasi ini adalah kunci dalam membentuk karakter anak-anak sebagai penerus bangsa. “Kita harus mendorong anak-anak untuk senantiasa berbakti kepada orang tua, menghormati guru di mana pun mereka berada, serta mempertahankan dan memperjuangkan cita-cita,” ujar Fajar.
Fajar juga mengingatkan bahwa anak-anak di masa kini adalah calon pemimpin masa depan. Oleh karena itu, mereka harus dibekali dengan ilmu pengetahuan yang memadai, nilai-nilai moral yang kuat, dan akal sehat agar kelak dapat menjadi pemimpin yang amanah dan berdedikasi tinggi untuk bangsa.
Meskipun harapan besar disematkan pada generasi muda, Fajar Hadi Prabowo tidak menampik adanya tantangan serius. Beliau mengungkapkan kekhawatiran terkait maraknya kasus kekerasan terhadap anak. Data mencengangkan menunjukkan bahwa hingga pertengahan tahun ini, 70 kasus kekerasan seksual terhadap anak telah dilaporkan di Kota Cilegon.
Menanggapi hal ini, Fajar menegaskan pentingnya pendekatan preventif dibandingkan pendekatan reaktif. “Upaya kita jangan hanya reaktif, tapi harus lebih mengedepankan langkah preventif. Alhamdulillah, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama pemangku kepentingan lainnya telah menjalankan berbagai program pencegahan,” tambahnya.
Salah satu inisiatif konkret yang telah dilakukan adalah melibatkan para guru dalam deteksi dini atau screening terhadap anak-anak yang menunjukkan indikasi mengalami kekerasan atau perundungan. “Saya sudah mengumpulkan para guru bersama PGRI dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud). Saya meminta mereka untuk ikut mengamati perubahan perilaku anak. Kadang anak yang biasanya ceria, tiba-tiba murung atau menghilang tanpa kabar. Itu bisa jadi sinyal,” tegas Fajar, menekankan pentingnya kepekaan dan pengamatan guru di sekolah.
Selain upaya di sekolah, Fajar juga menggarisbawahi vitalnya komunikasi berkualitas antara orang tua dan anak di rumah. Beliau menilai bahwa kualitas keluarga adalah fondasi utama bagi keberhasilan pendidikan dan perlindungan anak. “Anak-anak pulang sekolah, tolong ditanya: bagaimana hari ini? Mungkin tidak langsung cerita, tapi kalau kita terus membangun komunikasi, anak akan merasa nyaman. Semua berawal dari rumah,” jelasnya.
Fajar juga menekankan bahwa pelayanan terhadap anak dan keluarga di Kota Cilegon harus dijalankan secara konsisten, bukan sekadar untuk mengejar predikat atau gelar. “Yang penting bukan hanya prestasi, tapi konsistensi kita dalam memberikan pelayanan terbaik. Saya titipkan ini khususnya kepada DP3AP2KB,” ujarnya.
Pemerintah Kota Cilegon juga berfokus pada penyediaan fasilitas publik yang ramah anak, seperti taman bermain dan ruang terbuka hijau. Fajar menyebutkan bahwa pemerintah bergerak cepat dalam merespons laporan masyarakat terkait kondisi taman dan fasilitas umum yang membutuhkan perbaikan.Menutup sambutannya, Fajar Hadi Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong dalam menjaga anak-anak dari kekerasan, membangun karakter mereka, dan membina keluarga yang harmonis.
Hal ini semua dilakukan demi mewujudkan generasi tangguh yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.“Orang tua sesibuk apapun, luangkan waktu untuk anak-anak. Karena dari keluarga yang sehat, anak-anak akan tumbuh menjadi hebat,” pungkasnya, menegaskan kembali bahwa keluarga adalah unit terkecil yang memiliki dampak terbesar dalam membentuk masa depan bangsa.
Reporter : D Mulayana
Editor : R Hartono
