Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok di Cilegon, Indag Rencanakan Operasi Pasar ke 43 Kelurahan

CILEGON – Dalam rangka pengendalian inflasi daerah serta menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok menjelang Idul Adha, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cilegon bersama Pemerintah Kecamatan Purwakarta menggelar Operasi Pasar di Pasar Tegal Bunder selama dua hari ke depan.

Kepala Bidang Perdagangan pada Indag Kota Cilegon, Fitriadi Achmad, menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan program pengendalian inflasi daerah dan menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan nasional (Idul Adha).

“Operasi bertujuan menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Misalnya, kalau di warung harga telor pasaran 28.000/kilo, di sini bisa Rp26.000,” ujar Fitriadi, saat meninjau pelaksanaan operasi pasar, Kamis (5/6/2025).

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara pemerintah dan mitra lainnya seperti Bulog, ABM, RNI, ID Food, serta program Nijawara Pangan Keliling binaan Bank Indonesia.

Kegiatan operasi pasar, direncakan akan digelar di seluruh Kelurahan se-Kota Cilegon. “Saat ini kita baru melaksanakan operasi dua kali di Pasar Kelapa. Kemudian di Pasar Kelurahan Warnasari dan hari ini di Pasar Tegal Bunder selama dua hari. Selanjutnya kita rencanakan ke seluruh Kelurahan se-Kota Cilegon,” ujar Fitriadi.

Operasi Pasar lanjut Fitriadi, terbukti sangat membantu masyarakat, dimana peran pemerintah menjaga stabilitas harga yang terjangkau oleh daya beli masyarakat kota cilegon.

Di tempat yang sama, Camat Purwakarta, Suadillah, mengatakan, bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah menghidupkan kembali Pasar Tegal Bunder yang selama ini tidak aktif karena alasan akses jalan yang belum memadai.

“Saya menyambut baik kegiatan operasi pasar ini. Mudah-mudahan bisa meringankan beban warga karena harga yang ditawarkan lebih murah dari harga pasar. Misalnya, harga telur di pasaran Rp28.000 per kilogram, tapi di sini hanya Rp26.000,” jelas Ubaidillah.

Ia menambahkan bahwa Pasar Tegal Bunder sebenarnya sudah lama mati suri, dan baru aktif kembali setelah akses jalan ke lokasi pasar selesai dibuka. Saat ini, pasar sedang dihidupkan kembali agar bisa beroperasi secara reguler.

“Pasar ini sebelumnya hanya beroperasi mingguan, tapi ke depan diharapkan bisa aktif setiap hari. Ini juga menjadi salah satu cara untuk mengubah pola pikir para pedagang yang masih memilih berjualan di pinggir jalan,” tambahnya.

Pasar ini, menurut Ubaidillah, menjadi pilihan terdekat bagi warga Kecamatan Purwakarta, dibanding harus menuju ke Kranggot. Selain operasi pasar, kegiatan lain seperti pelayanan pembuatan izin dan label halal juga turut mendukung pengaktifan kembali pasar ini.

Reporter : D Mulyana

Editor : R Hartono

Leave A Reply

Your email address will not be published.