Wisata Bukit Kembar Gerem Makin Diminati, Pengelola Dorong Perbaikan Akses dan Fasilitas

CILEGON – Destinasi wisata alam Bukit Kembar yang berlokasi di Lingkungan Gerem Talang, RW 08, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, mulai menunjukkan geliat sebagai tujuan favorit masyarakat. Berada di ketinggian sekitar 270 meter di atas permukaan laut (mdpl), kawasan ini menyuguhkan panorama alam yang luas dan memikat.

Dari puncaknya, pengunjung dapat menikmati lanskap Kota Cilegon hingga pemandangan Gunung Krakatau dan Gunung Rajabasa. Daya tarik tersebut menjadikan Bukit Kembar semakin dilirik, khususnya oleh pecinta alam dan aktivitas luar ruang.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukit Kembar, Rouf, mengungkapkan bahwa sejak dibuka awal tahun ini, jumlah kunjungan terus meningkat.

“Sejak Januari sampai Maret, pengunjung yang datang kurang lebih sudah mencapai 3.000 orang,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Untuk menunjang kenyamanan wisatawan, pengelola telah menyiapkan sejumlah fasilitas, termasuk area camping ground seluas sekitar satu hektare yang mampu menampung puluhan tenda.

Pengunjung juga dapat menyewa tenda dome yang disediakan, meski tetap diperbolehkan membawa perlengkapan sendiri.

Dari sisi biaya, Bukit Kembar tergolong ramah di kantong. Tiket masuk dipatok Rp5.000 per orang, dengan tarif parkir Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil. Sementara bagi pengunjung yang ingin berkemah, dikenakan biaya tambahan Rp25.000 termasuk penjagaan kendaraan.

Akses menuju lokasi pun menawarkan tantangan tersendiri. Dengan jarak tempuh sekitar 1,2 kilometer dan kemiringan mencapai 45 derajat, jalur pendakian menjadi pengalaman tersendiri bagi para pengunjung. Untuk mendukung perjalanan, pengelola telah menyediakan beberapa titik istirahat atau shelter di jalur pendakian hingga puncak.

Rouf menyebutkan, dari hasil pengelolaan wisata tersebut, pihaknya telah mengumpulkan pendapatan sekitar Rp10 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas pendukung serta kegiatan sosial.

“Pendapatan itu kami gunakan untuk membangun shelter, plang, atribut, dan juga kegiatan sosial seperti santunan anak yatim dan dhuafa saat Ramadan,” jelasnya.

Meski menunjukkan perkembangan positif, pengelola mengaku masih menghadapi kendala, terutama terkait infrastruktur dasar. Akses jalan menuju lokasi masih berupa tanah liat yang licin saat hujan, serta minimnya penerangan dan fasilitas air bersih.“Kami berharap ada dukungan pemerintah untuk perbaikan jalan, penerangan, serta penyediaan MCK,” ungkapnya.Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata terkait rencana pengembangan kawasan tersebut. Direncanakan, peningkatan sarana dan prasarana akan mulai direalisasikan pada 2027.Dengan potensi yang dimiliki, Bukit Kembar diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan di Kota Cilegon sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

(Dk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.