Pemkot Cilegon Buka Kuota Program Beasiswa “CJ” untuk 763 Siswa, Pendaftaran Dimulai Agustus 2026 Ini

CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon resmi memperluas jangkauan program Beasiswa Cilegon Juare (JR) untuk Tahun Anggaran (TA) 2026. Tahun ini, Pemkot mengalokasikan kuota bagi 763 penerima manfaat, meningkat sebanyak 200 kuota dibandingkan tahun sebelumnya.

Program beasiswa ini ditujukan bagi siswa tingkat SMA, SMK, hingga Madrasah Aliyah (MA) agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi secara gratis. Pendaftaran direncanakan akan dibuka mulai Agustus 2026 dengan fokus utama pada pelajar dari keluarga kurang mampu guna meningkatkan kualitas SDM di Kota Cilegon.

Keputusan perluasan program ini dibahas dalam rapat koordinasi di Aula Setda Pemkot Cilegon, Selasa (7/4/2026). Rapat tersebut melibatkan lintas sektoral, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Pusat Statistik (BPS), hingga forum Corporate Social Responsibility (CSR).

Kepala Bidang Kesra Setda Kota Cilegon, Rahmatullah, menjelaskan bahwa sinergi dengan dunia usaha sangat diperlukan karena keterbatasan APBD. Karean itu, Peran CSR diarahkan untuk mendanai kelas persiapan tingkat SMA sederajat yang secara regulasi merupakan kewenangan provinsi.

Terkait dengan pembinaan Siswa, pihak Pemerintah Kota akan melibatkan Guru Bimbingan Konseling (BK) dalam memberikan informasi mekanisme pendaftaran dan kelas persiapan bagi calon pendaftar.

Pemkot Cilegon memberikan perhatian khusus pada validitas data penerima agar bantuan tepat sasaran. Saat ini, masih ditemukan kendala pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), di mana warga kategori tidak mampu (desil 1-5) terkadang masih tercatat di desil 6-9.

“Kami meminta dukungan BPS untuk mempercepat pembaruan data. Sebagai solusi alternatif bagi data yang masih dalam proses, kami tengah mengkaji verifikasi melalui Dinas Sosial,” ujar Rahmatullah.

Penambahan kuota sebesar 200 pelajar di tahun 2026 ini diharapkan mampu mengakomodasi lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Pemkot berkomitmen agar tantangan administratif seperti perbaikan data tidak menghambat akses pelajar berprestasi dari keluarga prasejahtera untuk meraih pendidikan tinggi.


(Adv)

Leave A Reply

Your email address will not be published.