CILEGON – Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah menggelar acara Halal bihalal sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan terhadap bangsa Palestina, Senin (30/3/2026). Dalam kegiatan yang dihadiri tamu undangan dari Iran tersebut, Al-Khairiyah secara terbuka mengajak masyarakat untuk mendukung perlawanan terhadap terorisme dan kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Gaza.
Fokus Kemanusiaan dan Konstitusi
Ketua Umum PB Al-Khairiyah, Ali Mujahidin, menegaskan bahwa isu yang terjadi di Palestina bukan sekadar persoalan agama, melainkan masalah kemanusiaan yang mendalam. Langkah dukungan ini disebutnya selaras dengan amanat konstitusi Indonesia.
“Secara konstitusi, dalam Pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa segala bentuk penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi. Jadi, langkah ini juga berlandaskan konstitusi negara kita,” ujarnya di sela-sela acara.
Tiga Bentuk Dukungan Nyata
Al-Khairiyah merumuskan tiga langkah konkret yang dapat dilakukan masyarakat sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina dan perlawanan terhadap tindakan genosida:
1. Kekuatan Doa: Memanjatkan doa kemenangan bagi Palestina di setiap waktu salat.
2. Boikot Produk: Konsisten melakukan boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan pelaku kejahatan kemanusiaan, dan
3. Perang Opini di Media Sosial: Menggunakan media sosial untuk meng-counter propaganda zionis dan narasi bohong yang menyudutkan pihak-pihak yang membela Palestina.
Apresiasi terhadap Keberanian Iran
Dalam kesempatan tersebut, Al-Khairiyah juga memberikan apresiasi khusus terhadap keberanian Iran yang dinilai berada di garis terdepan dalam melawan tindakan teror. Meskipun telah diembargo selama 40 tahun, Iran dinilai mampu menunjukkan kemandirian dan kekuatan ekonomi serta strategi melalui penguasaan sumber daya alam dan posisi Selat Hormuz.
“Peristiwa ini membuka mata kita bahwa kita tidak perlu bergantung kepada manusia dan tidak perlu takut kepada siapa pun. Ini adalah bukti kekuasaan Allah SWT,” tambahnya.
Himbauan Boikot sebagai Edukasi
Terkait gerakan boikot, pihak Al-Khairiyah menegaskan bahwa aksi ini sudah dilakukan sejak awal serangan ke Gaza. Meski bersifat himbauan dan bukan kewajiban, gerakan ini dianggap penting sebagai bentuk kepedulian dan pelajaran bagi pihak luar.
“Tanpa produk mereka pun kita tetap bisa hidup. Tujuannya adalah memberikan pelajaran. Kami berharap seluruh warga Al-Khairiyah bisa ikut serta, dan alhamdulillah selama ini sudah banyak yang mengikuti,” pungkasnya.
(Dk)
