Sidak RSUD Cilegon, Plt Sekda Pastikan Pelayanan Tetap Normal Paska Lebaran

CILEGON – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Kota Cilegon pada Rabu (25/3/2026), guna memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal usai libur Hari Raya Idul Fitri.

Dalam kunjungannya, Ahmad Aziz menyampaikan bahwa sidak dilakukan bersama tim dari Sekretariat Daerah, BKPSDM, serta Inspektorat untuk memonitor kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Hari ini kami bersama tim melakukan monitoring terhadap OPD yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, salah satunya RSUD. Ini hari kerja pertama setelah libur Idul Fitri, sehingga kami ingin memastikan pelayanan tetap berjalan normal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan surat edaran Wali Kota, terdapat sejumlah OPD yang tidak menerapkan sistem Work From Anywhere (WFA), seperti RSUD, Dinas Pemadam Kebakaran, petugas perhubungan, serta petugas kebersihan yang harus tetap siaga.

“Di RSUD sendiri tidak diberlakukan WFA. Pelayanan tetap berjalan 24 jam. Kami juga sudah mengecek langsung ke unit-unit seperti IGD, ruang operasi, laboratorium, dan lainnya, dan Alhamdulillah semuanya berjalan normal,” katanya.

Sementara itu, untuk OPD yang menerapkan WFA, pengawasan dilakukan oleh masing-masing kepala OPD yang melaporkan kinerja pegawai melalui BKPSDM. Ia menambahkan, kebijakan WFA diprioritaskan bagi pegawai yang melakukan mudik guna menghindari penumpukan arus balik.

“Pengaturannya agar tidak terjadi penumpukan saat arus balik. Jadi dijadwalkan secara bertahap,” jelasnya.

Dalam sidak tersebut, Ahmad Aziz juga meninjau kesiapan fasilitas gedung baru RSUD yang akan difungsikan sebagai pusat layanan, khususnya Instalasi Gawat Darurat (IGD).

PDAM

“Bangunan IGD yang lama sudah cukup tua, sehingga perlu pembaruan. Saat ini kita sudah membangun gedung lima lantai, dan rencananya bulan Agustus IGD akan dipindahkan ke gedung baru tersebut,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penggunaan gedung baru akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. Untuk tahun ini, anggaran sekitar Rp10 miliar dialokasikan untuk pengoperasian IGD dan persiapan fasilitas lainnya.

“Karena keterbatasan anggaran, pembangunan dilakukan bertahap sesuai skala prioritas. Tahun ini difokuskan untuk IGD terlebih dahulu,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), pendapatan RSUD akan dikembalikan sepenuhnya untuk peningkatan kualitas pelayanan.

“Pendapatan RSUD tidak diwajibkan untuk dividen, tetapi digunakan kembali untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Dalam peninjauan tersebut, pihaknya juga menemukan sejumlah pasien di IGD yang merupakan pemudik. Namun, seluruh pasien tetap mendapatkan pelayanan optimal, termasuk yang menggunakan BPJS.

“Alhamdulillah pelayanan berjalan normal. Petugas siaga 24 jam dan semua pasien, termasuk peserta BPJS, tetap dilayani dengan baik,” tutupnya.

(Dk)

PCM
Leave A Reply

Your email address will not be published.