80 Kapal Disiapkan Layani Mudik Lebaran 2026 di Perlintasan Selat Sunda

CILEGON – Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan menyiapkan sebanyak 80 armada kapal untuk melayani penyeberangan masyarakat pada arus mudik Lebaran 2026 di perlintasan Selat Sunda.

Kesiapan armada tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Muhammad Mashud, saat menghadiri rapat koordinasi kesiapan angkutan mudik di Mal Sosoro Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Kamis (12/3/2026).

Mashud menjelaskan, puluhan kapal tersebut akan dioperasikan di sejumlah pelabuhan penyeberangan yang berada di wilayah Banten dan Lampung guna mengantisipasi lonjakan pemudik.

“Total armada yang disiapkan sebanyak 80 kapal yang akan beroperasi di wilayah Merak, Ciwandan, KBS, Bandar Bakau Jaya, dan beberapa titik lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh kapal yang akan dioperasikan telah menjalani proses pemeriksaan kelayakan atau ramp check guna memastikan keselamatan pelayaran selama masa angkutan mudik.

“Dari total 80 kapal tersebut, 68 kapal berada di wilayah Banten dan 12 kapal di Bakauheni,” katanya.

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas I Banten Hermanta mengatakan, distribusi kapal akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan penyeberangan di masing-masing pelabuhan.

Ia menyebutkan, untuk Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) disiapkan 14 kapal yang terdiri dari 10 kapal jenis LCT dan 4 kapal jenis Ro-Ro.

“Total 80 kapal ini akan dibagi sesuai tingkat permintaan masyarakat. Di BBJ sendiri kita siapkan 10 kapal LCT dan 4 kapal Ro-Ro,” jelasnya.

Hermanta menambahkan, Pelabuhan Merak masih menjadi jalur utama penyeberangan dengan jumlah armada terbesar dibandingkan pelabuhan lainnya.

“Di Merak tersedia 50 kapal untuk lintasan penyeberangan. Saat ini yang beroperasi sebanyak 33 kapal dan diharapkan mampu mencapai on performance time hingga 120 trip,” katanya.

Dengan jumlah armada tersebut, pihaknya menargetkan kapasitas angkut kendaraan per hari dapat mencapai sekitar 24.391 unit selama periode mudik.

Selain itu, dua kapal cadangan juga disiapkan di wilayah Cilegon Timur guna mengantisipasi lonjakan kendaraan saat puncak arus mudik.

“Untuk wilayah Cilegon Timur, tahun ini disiapkan 14 kapal. Tahun lalu hanya delapan kapal, sehingga ada penambahan armada,” ujarnya.

Penambahan kapal juga dilakukan di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya yang sebelumnya mengalami keterbatasan armada.

Sebelumnya, pelabuhan tersebut hanya dilayani enam kapal dengan kapasitas angkut sekitar 426 kendaraan per hari, sementara kebutuhan penyeberangan mencapai sekitar 1.000 kendaraan.

“Atas arahan Menteri Perhubungan, jumlah kapal di BBJ ditambah menjadi 14 kapal. Harapannya seluruh permintaan penyeberangan di pelabuhan tersebut bisa terlayani dalam satu hari,” jelasnya.

Meski demikian, Hermanta mengungkapkan hasil ramp check masih menemukan sejumlah kendala teknis pada beberapa kapal.

“Kami menemukan beberapa masalah seperti ramp door patah, kerusakan, hingga gangguan pada mesin hidrolik dan sistem kemudi,” pungkasnya.

(Dk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.