CILEGON – Kepolisian Resor (Polres) Cilegon meningkatkan patroli malam hari selama bulan Ramadan untuk mengantisipasi berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat, seperti perang sarung dan balap lari di jalan umum.
Kasat Binmas Polres Cilegon, Iptu Muhyidin, mengatakan fenomena perang sarung memang kerap muncul setiap bulan Ramadan. Namun belakangan ini juga muncul aktivitas lain yang dilakukan oleh para remaja, yakni balap lari di jalan raya.
Menurutnya, aktivitas tersebut sebenarnya tidak menjadi masalah apabila dilakukan di tempat yang tepat. Namun persoalan muncul ketika kegiatan itu dilakukan di jalan umum hingga menutup akses jalan.
“Fenomena di bulan Ramadan seperti perang sarung memang biasa terjadi. Sekarang juga muncul lagi yang namanya balap lari. Sebenarnya kalau balap lari tidak masalah, tapi yang menjadi persoalan adalah mereka menutup jalan. Itu tentu mengganggu pengguna jalan lain dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Muhyidin menjelaskan bahwa Kapolres Cilegon telah membentuk tim khusus untuk melakukan patroli rutin di sejumlah titik rawan. Personel dari Polres maupun Polsek ditugaskan setiap malam untuk memantau lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpul para remaja.
Ia mengungkapkan, para remaja tersebut biasanya merencanakan kegiatan seperti perang sarung atau balap lari melalui media sosial.
“Bapak Kapolres sudah membentuk tim dan menugaskan personel setiap malam untuk melakukan patroli di titik-titik rawan. Kami juga memiliki tugas masing-masing untuk memantau lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpul,” jelasnya.
Sejauh ini, pihak kepolisian belum melakukan penangkapan terkait aktivitas tersebut. Hal itu karena sebagian besar rencana kegiatan berhasil dicegah melalui patroli yang dilakukan secara intensif.
“Selama Ramadan ini belum ada yang ditangkap terkait perang sarung maupun balap lari. Namun rencana-rencana dari anak-anak tersebut cukup banyak dan berhasil kami gagalkan melalui patroli terpadu dari polsek dan polres,” katanya.
Dalam upaya pengamanan, Polres Cilegon juga menurunkan sejumlah tim patroli, di antaranya Jawara Street Crime dan Patroli Maung Presisi. Tim Patroli Maung Presisi bertugas menggunakan seragam kepolisian, sedangkan Jawara Street Crime melakukan pemantauan dengan pakaian preman.
Beberapa lokasi yang dianggap rawan dijadikan tempat berkumpul di antaranya Jalan Kembar, kawasan Bonakarta, Ciwedus, Taman Cilegon menuju Rakata, hingga sekitar Makam Balung dekat Kelurahan Lempang.
Di sejumlah titik tersebut, sebelumnya sempat ditemukan aktivitas balap lari yang dilakukan oleh para remaja pada malam hari.
Muhyidin menegaskan, pihaknya berupaya mencegah kegiatan tersebut karena dapat menimbulkan konflik dengan pengguna jalan lain serta berpotensi menyebabkan kecelakaan.
“Balap larinya sebenarnya tidak masalah, tetapi karena dilakukan di jalan umum dan sampai menutup jalan cukup lama, hal itu bisa menimbulkan konflik dengan pengguna jalan lain dan berpotensi menyebabkan kecelakaan,” ungkapnya.
Selain melakukan patroli, pihak kepolisian juga mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya selama bulan Ramadan.
Ia berharap para orang tua dapat memastikan anak-anak sudah berada di rumah pada malam hari agar tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban.
“Kami mengimbau kepada para orang tua agar memperhatikan anak-anaknya. Jika malam hari anak belum pulang, sebaiknya dicari. Minimal pukul 22.00 WIB sudah harus berada di rumah,” katanya.
Menurutnya, imbauan tersebut bukan untuk menuduh para remaja sebagai pelaku kriminal, melainkan untuk mencegah mereka menjadi korban kejahatan.
Muhyidin menyebutkan, sebagian besar remaja yang terlibat dalam aktivitas tersebut masih berstatus pelajar, mulai dari tingkat SMP hingga SMA.
“Kami bukan menuduh anak-anak sebagai pelaku kriminal, tetapi kami khawatir mereka justru menjadi korban kejahatan. Umumnya yang terlibat masih usia pelajar, mulai dari tingkat SMP hingga SMA,” pungkasnya.
(Dk)
