Pemkot Cilegon Matangkan Persiapan Arus Mudik 2026, Robinsar : Optimalkan Buffer Zone dan Perbaikan JLS

CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon mengikuti rapat koordinasi (rakor) persiapan arus mudik 2026 yang digelar di Aula Wicaksana Laghawa, Polres Cilegon, Senin (2/3/2026). Wali Kota Cilegon, Robinsar, mengatakan rakor tersebut merupakan langkah penguatan koordinasi lintas sektor menjelang puncak arus mudik Lebaran.

“Rapat hari ini adalah rapat koordinasi sebagai pengingat terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing, karena dalam waktu dekat sudah memasuki persiapan arus mudik. Kita koordinasikan peran pemerintah daerah, kepolisian, TNI, dan lembaga vertikal lainnya agar bisa bekerja maksimal sehingga pelaksanaan mudik berjalan sesuai harapan,” ujarnya.

Menurut Robinsar, secara umum tidak ada skema baru dalam pengamanan tahun ini. Namun, sejumlah langkah teknis terus dimatangkan, termasuk penyiapan buffer zone bersama pihak kepolisian.

“Kita masih mempersiapkan buffer zone dengan Polres, termasuk titik-titiknya beserta peralatan pendukung dan pos-posnya. Untuk sektor kesehatan juga sudah dikoordinasikan. Dari sisi Pemkot, perbaikan jalan dan penerangan jalan terus kita optimalkan,” jelasnya.

Terkait pengaturan lalu lintas penyeberangan, Robinsar menegaskan skema tetap mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri. Pembagian jalur sudah ditentukan sesuai jenis kendaraan dan pelabuhan tujuan.

“Kalau situasional, misalnya terjadi banjir atau insiden tertentu, tentu bisa ada pengalihan ke Pelabuhan Merak. Tapi itu sifatnya opsional dan melihat kondisi di lapangan,” katanya.

Selain itu, Pemkot Cilegon juga mempercepat perbaikan infrastruktur, khususnya di Jalan Lingkar Selatan (JLS). Robinsar menargetkan perbaikan rampung sebelum puncak arus mudik.

“Insyaallah H-10 sudah selesai. Baik perbaikan mayor maupun minor kita bereskan. Penerangan jalan juga kita optimalkan karena JLS banyak dilintasi kendaraan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, mulai H-7 penambangan akan dihentikan sementara dan kendaraan besar dibatasi melintas guna meminimalisir debu serta potensi gangguan lalu lintas.

“Total perbaikan dari BPJN sekitar 2,1 kilometer. Untuk titik-titik yang belum terjangkau, kita lakukan penambalan. Penerangan yang sebelumnya terkendala, termasuk akibat kehilangan kabel dan MCB, juga sudah kita tangani,” tutupnya.

(Dk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.