Kadinkes Cilegon Paparkan Program Prioritas Kesehatan, Persalinan dan IGD 24 Jam Jadi Unggulan

CILEGON – Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Ratih Purnama Sari, memaparkan sejumlah program prioritas bidang kesehatan yang menjadi unggulan Pemerintah Kota Cilegon, Kamis, (26/2/2026).

Ratih menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari prioritas daerah Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon sesuai misi ketiga pemerintah daerah, yakni meningkatkan kualitas akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Implementasinya antara lain pelayanan persalinan 24 jam, IGD 24 jam, program Dokling, serta redistribusi tenaga kesehatan,” ujarnya.

Ratih menuturkan, pihaknya telah melakukan pemetaan tenaga kesehatan di seluruh puskesmas. Puskesmas yang memiliki kelebihan bidan, perawat, maupun tenaga keamanan dipindahkan ke puskesmas yang kekurangan, khususnya yang telah melayani persalinan 24 jam.

Karena pelayanan 24 jam membutuhkan sistem kerja tiga shift, Pemkot juga mengembalikan sejumlah tenaga kesehatan yang sebelumnya bertugas di luar Dinas Kesehatan untuk kembali memperkuat layanan puskesmas.

“Belum ada pengangkatan baru, sementara program harus tetap berjalan. Jadi kita optimalkan SDM yang ada,” jelasnya.

Untuk layanan persalinan 24 jam, Ratih menyebut belum seluruh puskesmas melayani. Awalnya terdapat tiga puskesmas yang sudah lengkap dengan IGD 24 jam dan PONED, yakni Puskesmas Cibeber, Puskesmas Pulomerak, dan Puskesmas Ciwandan.

Pada Mei 2025, bertambah dua lagi yaitu Puskesmas Cilegon dan Puskesmas Citangkil 2 sehingga total lima puskesmas melayani persalinan 24 jam sepanjang 2025.

Sementara untuk IGD 24 jam, sejak Agustus 2025 seluruh puskesmas di Kota Cilegon telah melayani kegawatdaruratan selama 24 jam.

Tahun 2026 ini direncanakan penambahan dua puskesmas lagi, yakni Puskesmas Purwakarta dan Puskesmas Jombang. Nantinya tersisa dua puskesmas lagi yang akan menyusul, yaitu Puskesmas Grogol dan Puskesmas Citangkil 1, yang masih terkendala keterbatasan bangunan.

Sepanjang 2025, tercatat 636 persalinan di lima puskesmas yang melayani 24 jam, dengan rincian shift pagi 178, sore 180, dan malam 278 persalinan.

Sementara tahun 2026 hingga 23 Februari tercatat 79 persalinan, terdiri dari pagi 16, sore 23, dan malam 40.

Untuk layanan IGD 24 jam, sepanjang 2025 tercatat 27.560 kunjungan, dengan rincian pagi 17.489, sore 6.388, dan malam 3.683. Sedangkan tahun 2026 hingga 23 Februari tercatat 4.133 kunjungan.

Selain layanan tatap muka, Dinkes juga menjalankan program Dokling (Dokter Keliling berbasis digital). Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat melakukan konsultasi awal melalui chat sebelum tenaga kesehatan turun langsung ke rumah jika diperlukan.

Tahun 2025 tercatat 72 warga memanfaatkan layanan Dokling, sedangkan tahun 2026 hingga 23 Februari tercatat 19 orang. Saat ini layanan Dokling masih beroperasi hingga pukul 17.00 WIB karena keterbatasan tenaga.

Ratih juga menegaskan bahwa seluruh puskesmas yang melayani persalinan harus melalui proses kredensialing untuk peserta BPJS Kesehatan. Proses tersebut memastikan fasilitas dan tenaga kesehatan memenuhi standar sebelum dapat melayani dan mengajukan klaim pembiayaan.

“Karena pasien BPJS tidak membayar langsung. Klaimnya diajukan ke BPJS dan masuk ke kas BLUD masing-masing puskesmas,” jelasnya.

Ke depan, pembangunan dan revitalisasi gedung akan dilakukan, terutama di Puskesmas Grogol yang direncanakan memiliki bangunan lebih luas sesuai standar. Sementara di Purwakarta, pelayanan persalinan sementara dilakukan di Pustu karena keterbatasan ruang.

Ratih berharap masyarakat memanfaatkan fasilitas persalinan 24 jam yang telah disediakan, khususnya peserta BPJS Kesehatan, agar seluruh proses persalinan dapat ditangani tenaga kesehatan.

“Kita punya target agar seluruh persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan. Harapannya masyarakat tidak lagi melahirkan tanpa tenaga kesehatan,” pungkasnya.

(Dk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.