CILEGON – Tak puas dengan agenda Merdeka Bicara yang digelar di halaman Rumah Dinas Wali Kota pada Jumat (20/2) kemarin dengan beberapa organisasi mahasiswa, hari ini, Senin (23/2/2026) Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC), menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu masuk Rumah Dinas Wali Kota terkait refleksi satu tahun kinerja Robinsar-Fajar.
Dalam orasinya, Ketua IMC, Ahmad Maki menilai masih banyak persoalan mendasar yang belum tertangani optimal. Jalan rusak di sejumlah titik, angka pengangguran, hingga banjir yang berulang setiap musim hujan.
“Dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Kami mempertanyakan mengapa pembangunan lebih menonjol pada aspek estetika seperti taman dan lampu di jalur protokol, padahal kebutuhan dasar jauh lebih mendesak,” ujar Maki.
Selain infrastruktur, IMC juga menyoroti sektor kesehatan dan pendidikan. Mereka menilai penanganan penyakit seperti ISPA, HIV, dan lainnya masih belum terlihat konkret di lapangan. Mahasiswa berharap tujuh program prioritas yang pernah dijanjikan benar-benar diwujudkan, bukan sekadar menjadi wacana.Menanggapi tuntutan tersebut, Robinsar yang didampingi Fajar Hadi Prabowo menjelaskan bahwa tahun pertama kepemimpinan mereka diwarnai tekanan fiskal, termasuk beban defisit anggaran yang memengaruhi kecepatan realisasi program.
“Kalau di tahun pertama dengan segala dinamika yang ada, dengan beban defisit kemarin, kami bukan mencari alasan karena memang itu sangat berdampak,” ujarnya.
Ia memastikan, pada 2026 ini perbaikan jalan dengan tingkat mobilitas tinggi serta penanganan banjir di titik rawan tetap menjadi prioritas utama Pemkot Cilegon.
“Dengan kondisi hari ini di tahun 2026, tetap kami prioritaskan terhadap yang memang sudah rusak dan jalan itu memiliki mobilitas tinggi. Jalan rusak dan penanggulangan banjir jadi prioritas,” tegasnya.
Di sisi lain, kritik terhadap kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga dijawab dengan komitmen penguatan. Pemerintah menargetkan BUMD tak sekadar bertahan, tetapi mampu menyumbang keuntungan bagi daerah.
Untuk Perumda PCM, Pemkot tengah mengkaji pemanfaatan aset lahan di Warnasari dan menjalin komunikasi dengan industri, termasuk Krakatau Steel. Robinsar bahkan mengaku mendatangi langsung Lotte Chemical Indonesia guna meminta dukungan terhadap aktivitas kepelabuhanan PCM.
“Berarti membantu pemerintah dan masyarakat karena ada dividen,” katanya.
Selain itu, BPR SCM diarahkan fokus pada kredit berisiko rendah, seperti pembiayaan berbasis gaji ASN dengan mekanisme potong langsung.Aksi mahasiswa tersebut ditutup dengan harapan agar sisa masa jabatan dimanfaatkan untuk menyelesaikan persoalan yang paling dirasakan warga. Pemerintah Kota Cilegon pun menyatakan terbuka terhadap kritik sebagai bahan evaluasi ke depan.
(Dk)
